Gairahkan Produk, BPWS Latih IKM Pengemasan Modern

PELATIHAN IKM: BPWS menggelar pelatihan untuk pelaku IKM se-Madura terkait pengemasan modern agar produk lebih marketable. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
PELATIHAN IKM: BPWS menggelar pelatihan untuk pelaku IKM Madura terkait pengemasan modern agar produk lebih marketable. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

BANGKALAN, Barometerjatim.com – Pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) terus dilakukan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Kali ini pelaksana percepatan pembangunan Madura tersebut menggelar pelatihan ekonomi kreatif berbasis kompetensi kejuruan teknik pengemasan modern, kualitas dan inovasi produk bagi pelaku IKM.

Kegiatan hasil kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Bangkalan itu digelar selama enam hari, dibuka Rabu (4/4) pagi, diikuti 30 IKM se-Madura. Turut menggandeng Inopak Institute, sebuah lembaga konsultan kewirausahaan yang bergerak dalam pengembangan ekonomi kawasan.

Selam enam hari, terdiri dari empat hari pelatihan dan konseling serta dua hari mengunjungi IKM binaan, peserta dilatih terkait strategi pemasaran produk dengan fokus pengemasan dan penjualan lebih modern.

• Baca: Inovasi Communal Branding, Cara Emil Proteksi UMKM Jatim

“Kami melatih tentang lima hal utama yang harus dilakukan para IKM dalam rangka memasarkan produk mereka,’’ terang Alvin NF Mufreni, trainer Inopak Institute.

Mengapa fokus pemasaran? Menurut Alvin, karena hal itu menjadi ujung tombak dalam melakukan rumus paling dasar mengembangkan usaha IKM. “Nantinya pengemasan yang apik berkaitan dengan proses pemasaran yang juga lebih modern,” tandasnya.

Alvin menambahkan, jika dulu pemasaran hanya dilakukan secara offline, kini pelaku industri harus lebih jeli dalam memanfaatkan media sosial sebagai penunjang pemasaran online.

“Dengan perubahan kemasan dari konvensional menjadi lebih modern, hal itu mendukung usaha industri Madura untuk bangkit dan berkembang,” terang pria yang juga dosen di perguruan tinggi swasta di Surabaya itu.

• Baca: 54,98 Persen PDRB Jatim 2017 Berasal dari Sektor UMKM

Pelatihan ini mendapat respon positif dari peserta. Salah satunya, Lily Rosiana, pelaku IKM di wilayah Bangkalan yang mengaku cukup lama memproduksi dan menjual kue.

“Karena ada kesempatan menjual ke supermarket, maka produk saya ini harus dikemas dengan baik. Makanya pelatihan ini sangat bermanfaat sekali,” katanya.

Lily bahkan menyebut waktu pelatihan kurang lama, namun demikian dia akan memanfaatkannya secara maksimal. Terlebih pengemasan produk menjadi terobosan baru bagi usahanya.

• Baca: Belajar dari Jatim, Pemerintah Harus Perhatikan UMKM

Alhamdulillah Pemkab dan BPWS ada perhatian kepada masyarakat Madura untuk bisa mengembangkan usaha lebih maju,” ujar wanita berjilbab itu.

Sementara Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS, Djoni Iskandar menuturkan, pihaknya memang terus melakukan berbagai terobosan dalam hal pengembangan usaha di Madura. Terutama produk asli buatan masyarakat untuk bisa bersaing di tingkat nasional.

“Pelatihan ini juga untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan pelaku usaha di Madura agar bisa memasarkan produk mereka, yakni dengan merubah pola konvensional menjadi lebih modern,” ujarnya.