54,98 Persen PDRB Jatim 2017 Berasal dari Sektor UMKM

GELAR KRIYA DEKRANASDA: Gubernur Jatim, Soekarwo saat membuka Gelar Kriya Dekranasda Jatim 2018 di Atrium Grand City Mall Surabaya, Kamis (15/3). | Foto: Ist
GELAR KRIYA DEKRANASDA: Gubernur Jatim, Soekarwo saat membuka Gelar Kriya Dekranasda Jatim 2018 di Atrium Grand City Mall Surabaya, Kamis (15/3). | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Usaha Menengah Kecil Menengah (UMKM) memberi sumbangan besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim 2017. Dari Rp 2.019,20 triliun, Rp 1.100 trilun di antaranya atau 54,98 persen berasal dari sektor UMKM.

Jika dirinci lagi, 9,21 persen atau sekitar Rp 185 triliun berasal dari UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim.

“Ini bukti konkret dari kerja keras yang terus dilakukan Dekranasda Jatim, sebagai bagian tak terpisahkan dari konsep kesejahteraan dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Gubernur Jatim, Soekarwo saat membuka Gelar Kriya Dekranasda Jatim 2018 di Atrium Grand City Mall Surabaya, Kamis (15/3).

Karena itu, Pakde Karwo — sapaan akrabnya — menyambut baik pelaksanaan Gelar Kriya Dekranasda 2018. Menurutnya, acara ini sangat penting karena kriya, fashion dan kuliner adalah bagian yang wajib dikembangkan dan tidak ada batasnya.

• Baca: Industri Kriya Sumbang PDRB Jatim Rp 170,86 Triliun

Selain itu, ketiga aspek ini sangat berkaitan dengan gaya hidup seseorang. Semakin tinggi pendapatan sesorang, maka makin tinggi gaya hidupnya.

“Gaya hidup dan fashion yang naik ini sebagai tanda pendapatan daerah naik, justru bagus. Sekarang tugas kita adalah menaikkan kualitas produk dan membuat packaging yang lebih bagus terhadap produk-produk ini,” katanya.

Mengantisipasi perkembangan teknologi, Mei mendatang Jatim akan memiliki etalase penting dalam ekonomi digital. Sebuah sistem yang sedang dikembangkan Diskominfo dan Disperindag yang akan menjual produk-produk unggulan Jatim baik melalui pameran manual maupun digital.

Layanan Sistem Digital

Tak hanya itu, berbagai layanan online dan sistem digital sudah dikembangkan Provinsi Jatim. Salah satunya East Java Investment Super Corridor (EJISC) yang dikelola Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jatim. Layanan ini berbentuk dashboard investasi berbasis web yang memberikan kemudahan berinvenstasi di Jatim.

Pakde Karwo juga berpesan kepada para pelaku bisnis, termasuk pelaku UMKM,  untuk meningkatkan keramahan pada pembeli. Ini menjadi salah satu unggulan dalam menciptakan kemudahan berbisnis di Jatim.

• Baca: 4 Pj Bupati Dilantik, Soekarwo Ingatkan Rambu-rambu Mutasi

Kemudahan ini, lanjutnya, membuat Jatim meraih penghargaan peringkat satu tingkat kemudahan berbisnis tingkat nasional dari Asia Competitiveness Institute Singapura. Riset dilakukan selama April-September 2017 di provinsi seluruh Indonesia.

“Kemudahan berbisnis itu dilihat dari sumeh-nya orang, tidak cemberut. Di negara-negara maju pun, pelayanan di depan itu dilatih untuk terus tersenyum,” katanya.