Inovasi Communal Branding, Cara Emil Proteksi UMKM Jatim

PROTEKSI PEDAGANG KECIL: Cawagub Emil Dardak saat menerima menerima elemen masyarakat pedagang tradisional di Rumah Aspirasi, Surabaya, Senin (26/3).
PROTEKSI PEDAGANG KECIL: Cawagub Emil Dardak saat menerima menerima elemen masyarakat pedagang tradisional di Rumah Aspirasi, Surabaya, Senin (26/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Membela sekaligus memproteksi pedagang kecil atau UMKM tidak perlu dengan semboyan berapi-api atau sebatas bilang pro ‘wong cilik’. Tapi perlu dengan inovasi bersama, kemudian diwujudkan ke dalam wadah kreatif yang berpihak pada masyarakat.

Pemikiran berkemajuan tersebut disampaikan Cawagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat menerima elemen masyarakat yang terdiri dari Pedagang Kaki Lima (PKL), pedagang tradisional, grosir serta UKM se-Jawa Timur di Rumah Aspirasi, Jalan Diponegoro, Surabaya, Senin (26/3).

Komunitas pedagang yang menamakan diri Relawan Perjuangan Anak Bangsa itu hadir di Rumah Aspirasi, selain menggelar deklarasi dukungan untuk Khofifah-Emil Dardak juga menyampaikan terkait berbagai persoalan ekonomi kerakyatan.

• Baca: Kala Emil Diarak Naik Reog dan Menikmati Gethuk Ponorogo

Emil menambahkan, salah satu inovasi yang telah dikembangkan di Trenggalek yakni communal branding alias menciptakan merek milik bersama, karena pelaku UMKM tidak akan mampu membuat citra brand sendiri karena terlalu mahal.

Di Trenggalek, di antaranya diterapkan di perajin batik desa. Sehingga, satu merek yang sudah diakui di satu mal ternama di Jakarta, bisa menyerap hasil perajin batik di Trenggalek dengan satu merek.

“Ada namanya batik Terang Ing Galih yang menjadi brand batik Trenggalek, kalau UMKM suruh menanggung resiko bisnis sendirian, kan susah,” jelasnya.

• Baca: Dukung Gus Ipul, Gus Fahrur Tetap Doakan Emil Jadi Wagub

Sebaliknya, UMKM harus memainkan peran standing on the shoulder of giants (berdiri di atas pundak raksasa). Bersinergi dengan BUMN dan perusahaan besar lainnya jika produk yang dikembangkan ingin besar dan manfaatnya bisa dirasakan bersama-sama.

“Nah, ini bisa dicapai karena tadi communal branding. Makanya ada namanya batik Terang Ing Galih yang menjadi brand batik Trenggalek. Kalau UMKM disuruh menanggung resiko bisnis sendirian, ya susah, berat,” jelasnya.

Dukungan Tanpa Syarat

PROTEKSI PEDAGANG KECIL: Cawagub Emil Dardak saat menerima menerima elemen masyarakat pedagang tradisional di Rumah Aspirasi, Surabaya, Senin (26/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
PROTEKSI PEDAGANG KECIL: Cawagub Emil Dardak saat menerima menerima elemen masyarakat pedagang tradisional di Rumah Aspirasi, Surabaya, Senin (26/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Sementara itu Koordinator Relawan Perjuangan Anak Bangsa KIP-Emil, Sri Mince Endramawan mengatakan, program yang ditawarkan Khofifah-Emil dinilai cocok dan tangguh untuk menjalankan kepemimpinan di Jatim.

“Mas Emil patut didukung untuk menjadi pemimpin kelanjutan setelah Pakde Karwo,” katanya.

• Baca: Benahi Kampung Kumuh, Emil Bakal Garap Perumahan Rakyat

Disinggung apakah ada syarat khusus untuk mendukung pasangan Khofifah-Emil, Mince menegaskan jika pihaknya harus bersih dari money politic demi pemimpin yang bertanggung jawab.

“Itu tidak ada komitmen duik-duikan (tidak ada komitmen uang, red),” tegasnya.