Football for Peace! Gus Hans Siap Hadirkan Karim Benzema

Gus Hans (kiri) dan Kadispora Jatim, Supratomo. Football for Peace! | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Gus Hans (kiri) dan Kadispora Jatim, Supratomo. Football for Peace! | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Prihatin dengan kondisi sepakbola tanah air, mulai pola pembinaan hingga kasus mafia bola, Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang, KH Zahrul Azhar As’ad menggagas program pembinaan sepakbola usia dini bertajuk Football for Peace Jatim 2019.

Tak tanggung-tanggung, kiai muda yang akrab dipanggil Gus Hans ini bakal mendatangkan bintang Real Madrid asal Prancis keturunan Aljazair, Karim Benzema pada puncak acara yang digelar Oktober mendatang.

“Saat ini kami masih melakukan negoisasi dengan Karim Benzama. Mudah-mudahan bisa kita datangkan pada puncak acara, sekitar Oktober nanti,” terang Gus Hans saat konferensi pers di kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim, Jumat (15/3/2019).

Sebagai langkah awal, Gus Hans yang bernaung di bawah ID.Sport menggandeng Dispora menggelar program Football for Peace di Lapangan Kertajaya Surabaya, 24-27 Maret mendatang.

Dalam event tersebut, berbagai ajang digelar. Termasuk giving ball yang rencananya akan diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada 100 anak-anak SSB.

Selain itu ada klinik pelatihan (coaching clinic) bagi siswa, guru olahraga dan para orang tua. “Kita tidak menggunakan dana APBD meski mengandeng Dispora. Kita cari sponsor sendiri untuk kegiatan ini,” tandasnya.

Libatkan Santri

Dari Surabaya, Football for Peace berlanjut ke Jombang pada 1-4 April 2019. Event ini akan digelar di Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum dengan memberikan coaching clinic kepada para santri. Selain itu diramaikan pula dengan Festival Sepakbola Sarung.

“Pelaksanaan program lebih ke bentuk curhatan kita terkait persepakbolaan Indonesia, mulai maraknya mafia bola dan lainnya,” kata Gus Hans.

“Daripada kita diam tidak berbuat, kita cari cara lain yaitu tidak hanya mendidik skill bermain sepakbola tapi juga menanamkan mental yang baik kepada pemain sejak usia dini. Jadi value itu penekanannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Kadispora Jatim, Supratomo menyambut baik gagasan Football for Peace ini. Terlebih sejalan dengan program yang sedang dibangun Dispora Jatim, yaitu SSB Berstandar Kurikulum.

“Tentu ini program bagus, karena kami juga baru saja melakukan akreditasi SSB. Kita juga punya sarana dan prasarana yang bisa dimanfaatkan untuk program-program seperti ini,” ucapnya.•

» Baca Berita Terkait Gus Hans, Pemprov Jatim