Emil: Perlu Forum Ulama untuk Kawal Investasi di Madura

PEMBANGUNAN MADURA: Emil Dardak usai menjadi pembicara dalam FGD di Universitas Trunojoyo Madura, Senin (30/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
PEMBANGUNAN MADURA: Emil Dardak usai menjadi pembicara dalam FGD di Universitas Trunojoyo Madura, Senin (30/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

BANGKALAN, Barometerjatim.com – Cawagub Jatim nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak mengusulkan perlu adanya forum ulama untuk mengawal investasi di Madura karena nasihat dan masukannya sangat didengar masyarakat.

“Jadi ulama juga ikut mengkaji arah pembangunan dan ekonomi Madura ke depan. Kemudian dibangun bersama suatu kesepakatan antarkepala daerah bersama  ulama.”

Penegasan itu disampaikan Emil saat menjadi pembicara dalam Focus Grup Discussion (FGD) bertema Pembangunan Madura yang diselenggarakan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan Lingkar Jatim di Gedung Graha Utama UTM, Bangkalan, Senin (30/4).

Bagi Emil, FGD ini momentum untuk mengisi komitmen pembangunan Madura, bukan sekadar retorika politik yang tidak mengena. Doktor ekonomi pembangunan termuda Jepang ini juga berkomitmen mengawal dua hal yang juga menjadi komitmen memajukan Madura, yakni jagung dan garam.

• Baca: Muda dan Inspiratif, Alasan Pegiat Desa Wisata Dukung Emil

Dia lantas memaparkan selama ini kendala garam adalah geomembran yang menjadi kata kunci untuk mewujudkan industri garam. Selain garam, Emil melihat jagung hibrida juga penting dikembangkan.

“Biasanya 2,5 ton per hektare bisa menjadi 8 ton per hektaer dan ini akan menambah pendapatan per hektare petani yang berujung meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelasnya.

Untuk memperkuat pertanian, Emil berharap kepala daerah di Madura mampu mengawal pelaksanaan proyek-proyek embung yang menjadi prioritas PU agar suplai air dapat merata. Harapannya, pertanian dan pasokan air di Madura bisa tercukupi.

Pembangunan Pelabuhan

Selain itu, Emil menilai penting untuk segera dibangun Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan yang akan memakan dana sekitar Rp 17,2 triliun dan pembangunan tol Rp 2,6 triliun.

Menurutnya, pembangunan pelabuhan ini akan menjadi daya ungkit ekonomi agar pertumbuhan ekonomi Madura di pesisir utara, ditambah lagi dengan adanya industri pesisir utara di masa depan.

“Untuk mencapai arah transformasi ekonomi Madura harus ada upaya percepatan, menginvestasikan sumberdaya birokrasi, anggaran untuk menyukseskan pembangunan jalan tol, dan mendukung fungsi BPWS dalam mewujudkan kawasan kaki jembatan Suramadu sisi Madura dan kawasan khusus Madura,” paparnya.

• Baca: Sambil Ngopi, Remaja Magetan Belajar Ekonomi Bareng Emil

Karena itu, lanjutnya, dibutuhkan  energi besar, koordinasi yang intensif dengan semua pihak dalam maupun mancanegara, supaya masa depan Madura dapat terwujud. Tak hanya itu, proses koordinasi juga menjadi penting mulai kepala daerah dan para kiai serta ulama.

Sementara itu Direktur Lingkar Jatim, Aliman Haris mengungkapkan pihaknya sebenarnya sudah mengundang semua calon kepala daerah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota yang berkaitan dengan pembangunan Madura.

“Namun dari paslon di Pilgub Jatim yang hadir hanya Mas Emil Dardak, sedangkan pihak paslon nomor dua mengkonfirmasi ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan dan semua calon bupati se-Madura tidak semuanya hadir,” terangnya.