DPRD Surabaya Soroti Ponsos Eks Penderita Kusta, Kenapa?

DATA ULANG: Badru Tamam, minta Pemkot data ulang penghuni Ponsos eks penderita kusta Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
DATA ULANG: Badru Tamam, minta Pemkot data ulang penghuni Ponsos eks penderita kusta Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Komisi D DPRD Surabaya segera mengecek kondisi Pondok Sosial (Ponsos) eks penderita kusta Surabaya di Babat Jerawat, Kecamatan Pakal yang dikatakan overload lantaran banyak dihuni orang dari luar Surabaya.

“Kalau bukan warga Surabaya, sebaiknya Dinas Sosial mengembalikan atau memulangkan ke daerah asalnya. Terpenting, Dinsos harus mendata ulang,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Badru Tamam, Kamis (28/10/2021).

Sebelumnya, Komisi D menerima pengaduan dari warga penghuni kalau Ponsos milik Pemkot Surabaya tersebut melebihi daya tampung, karena ditengarai penghuninya tidak hanya warga Surabaya tapi juga ada yang dari daerah lain di Jatim.

Tamam menegaskan, jangan sampai keberadaan Ponsos dimanfaatkan oleh oknum-oknum penghuni untuk mengeruk keuntungan pribadi. Apalagi politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendengar ada oknum penghuni mendapat bantuan dobel.

Artinya, baik di Ponsos Babat Jerawat maupun di tempat lain, oknum penghuni tersebut mendapat bantuan karena bergiliran tempat. Misalnya dua hari ada di Mojokerto, dua hari  kemudian balik ke Babat Jerawat.

“Kalau kondisinya seperti itu, sangat-sangat disayangkan. Makanya, sekali lagi, Dinsos harus punya database soal penghuni Ponsos eks penderita kusta di Bababt Jerawat ini,” ucapnya.

Tamam juga berharap Pemprov Jatim ikut mendata, apakah orang-orang yang menghuni Ponsos tersebut memang layak untuk  ditampung di Ponsos Babat Jerawat atau di tempat lain dengan tingkat keberadaan mereka, sehingga tidak terjadi double accounting.

“Kalau mereka betul-betul layak untuk ditampung kita welcome, karena memang fasilitas itu disediakan untuk penderita kusta. Tapi kalau dimanfaatkan untuk mencari keuntungan, ya ini sangat kami sayangkan. Apalagi memanfaatkan kekurangan-kekurangan yang harus ditanggung Pemkot Surabaya,” paparnya.

Tamam menambahkan, para penderita kusta yang menghuni Ponsos saat ini mungkin masih dalam tahap pemulihan. Karena kalau mereka dinyatakan sembuh, pasti oleh Dinsos akan dipulangkan ke daerah asalnya.

“Kalau sampai saat ini mereka masih ditampung di Ponsos, itu artinya mereka masih dalam perawatan atau dalam tahap pemulihan,” ucapnya.

Seperti diketahui, tak semua dari penghuni Ponsos pernah menderita kusta, karena ada anak dan istri yang sehat. Mereka tetap tinggal di Ponsos karena memang tak ingin pulang ke kampung halaman.

Apalagi masyarakat daerah asal mereka masih menganggap kusta adalah penyakit yang harus dijauhi. Bahkan, tak sedikit anggota keluarga yang merasa malu dengan kehadiran keluarganya yang menderita kusta.

» Baca Berita Terkait DPRD Surabaya