Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Dikunjungi Puan, Ketua PWNU Jatim: Kalau Dua Arus Besar Tak Bisa Berperan, Bahaya!

Berita Terkait

DUA ARUS BESAR: Puan Maharani silaturahim dengan para kiai sepuh PWNU Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUA ARUS BESAR: Puan Maharani silaturahim dengan para kiai sepuh PWNU Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH marzuki Mustamar menegaskan kunjungan Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani ke PWNU Jatim tidak membahas politik praktis.

“Enggak membahas politik praktis, tapi politik kebangsaan, pilar-pilar bangsa, UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Enggak membahas Pemilu, bahas yang normatif. Yang praktis, yang taktis, yang kayak apa, kami enggak bahas,” katanya usia menerima kunjungan Puan, Selasa (1/2/2022) malam.

Dalam pertemuan, Puan dan para kiai NU juga menekankan penguatan sinergi antara kelompok nasional dan religius.

“Dulu negeri ini merdeka hasil kerja sama, gotong royong antara berbagai elemen bangsa, utamanya para ulama, NU, dan kaum nasionalis, PNI ketika itu,” katanya.

“Nah ke depan, negeri ini tetap harus dikawal oleh arus besar, para ulama dan kaum kaum nasionalis, yang lain makmuman lillahi ta’ala. Aman insyaallah. Kalau sampai dua arus besar ini enggak bisa berperan di negeri ini, bahaya! Pokoknya dua arus besar itu enggak boleh pecah!” sambungnya.

Apa Puan juga minta didoakan? “Khusus, enggak ada. Pokoknya negeri ini harus tetap aman,” tegas kiai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilur Rosyad, Gasek, Kota Malang tersebut.

Kalau pesan Kiai Marzuki untuk Puan? “Sama, itu. Beliau ingin melanjutkan dulu Bung Karno sama Mbah Hasyim (Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari). Kalau bisa ke depan terus bersama NU, negeri inui kita jaga bareng-bareng,” ucapnya.

Puan dan kiai PWNU Jatim juga sepakat untuk melawan ideologi yang membahayakan negara. “Ideologi, pendanaannya, jaringannya. Kalau bisa tetap NKRI harga mati,” tandas Kiai Marzuki.

Sementara itu Puan menuturkan, silaturahmi dengan para kiai PWNU Jatim ini dalam kapasitasnya sebagai ketua DPR RI sekaligus cucu dari Proklamator RI, Bung Karno yang dalam sejarah bangsa memang menjalin hubungan kedekatan dengan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.

“Kemudian dilanjutkan dengan Ibu Mega bersama dengan Gus Dur, dan sekarang saya tentu saja berusaha untuk insyaallah menjahit kembali silaturahmi yang pernah ada dalam dua generasi tersebut, untuk tetap bisa melakukan sinergi dalam membangun bangsa dan negara,” paparnya.

Menurut Puan, bangsa dan negara ini tidak mungkin bisa dibangun jika tidak bergotong royong. “Tadi saya diberi wejangan oleh Kiai Ali (KH Agoes Ali Masyhuri), bahwa silaturahmi itu intinya adalah gotong royong. Sementara gotong royong itu adalah intisari dari Pancasila,” ujar Puan.

» Baca berita terkait PWNU Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -