Didukung Rhoma, Khofifah: Sejak SMP Saya Sudah ‘ABRI’

DUKUNGAN FANS RHOMA IRAMA: Dihadiri Rhoma Irama, Forsa menyerahkan dukungan tekad memenangkan Khofifah-Emil untuk memimpin Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DUKUNGAN FANS RHOMA IRAMA: Dihadiri Rhoma Irama, Forsa menyerahkan dukungan tekad memenangkan Khofifah-Emil untuk memimpin Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Diam-diam Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa begitu mengidolakan Raja Dangdut, Rhoma Irama. Bahkan kekaguman itu sudah terpatri sejak duduk di bangku SMP sampai-sampai menyebut dirinya ‘ABRI’.

“Dari kelas 2 SMP saya sudah menyebut diri saya ABRI, Anak Buah Rhoma Irama,” kata Khofifah yang disambut aplaus pengurus Forsa (Fans of Rhoma and Soneta) se-Jawa Timur dalam acara Kebulatan Tekad dan Dukungan Forsa untuk Khofifah-Emil di Wijaya Room Hotel Novotel Ngagel, Surabaya, Senin (12/3).

“Beliau ustadz yang berkesenian membangun dakwah, dengan nilai seni dan berkesenian melalui nilai-nilai dakwah yang luar biasa,” tambahnya.

Hingga kini pun Khofifah mengaku tetap mengagumi Rhoma dan karya besarnya. Tak hanya itu, saat menjabat Menteri Sosial, Khofifah mengaku kerap menyanyikan lagu berjudul Perjuangan dan Doa yang disebutnya sebagai lagu wajib.

• Baca: 3 Kali Maju Pilgub Jatim, Rhoma: Oh Khofifah.. Wis Wayahe!

“Rasanya hari ini, karena wis wayahe! Saya ingin bisa mempromote lagu yang menurut saya tetap menjadi ruh dan nilai-nilai kesantunan serta kehormatan kita. Judulnya keramat,” ucapnya lantas menyanyikan lagu tersebut.

“Tiada keramat yang ampuh di dunia.. Selain dari doa ibumu jua..,” dendang Khofifah. Namun ketua umum PP Muslimat NU itu tak bisa menahan tawa, saat melanjutkan lirik “Hai manusia.. Hormati ibumu yang melahirkan” yang disambut pengurus Forsa dengan kalimat, “Teretet tet.. Jreng.. jreng.. jreng.”

• Baca: Sambung Doa, Emil Ziarah ke Makam Keramat Kanjeng Jimat

Selain menyebut dirinya ‘ABRI’, saking ngefansnya dengan Rhoma, saat masih duduk di bangku sekolah, Khofifah kerap mencuri-curi kesempatan untuk bisa melihat film sang idola karena dilarang kedua orang tuanya. Maklum, Khofifah berada di lingkungan kampung dan dari keluarga santri.

“Tapi akhirnya saya diizinkan karena ada kakak saya di sini, Pak Kiai Maskur Hasyim. Beliau bisa meyakinkan keluarga, tapi orang tua hanya boleh menonton filmnya Bang Haji Rhoma Irama,” bebernya yang kembali mendapat aplaus hadirin.

 

Harta untuk Rakyat

JAWAB PERTANYAAN PERS: Khofifah, Rhoma Irama dan Emil Dardak menjawab pertanyaan media usai acara kebulatan tekad dan dukungan Forsa, Senin (12/3). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
JAWAB PERTANYAAN PERS: Khofifah, Rhoma Irama dan Emil Dardak menjawab pertanyaan media usai acara kebulatan tekad dan dukungan Forsa, Senin (12/3). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan sembilan program andalannya, Nawa Bhakti Satya. “Kami punya format berdasarkan diskusi dan ditaskhih oleh banyak institusi, salah satunya adalah Jatim Sejahtera,” bebernya.

Jatim sejahtera, menurut Khofifah, menjadi penting karena Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita bahwa seorang pemimpin yang baik adalah ketika dia membelanjakan hartanya untuk kesejahteraan rakyatnya.

Maknanya, kalau yang satu bergizi maka yang lain juga harus bergizi. Kalau yang satu bisa sekolah dengan baik, maka yang lain juga harus bisa sekolah. Kalau yang satu ingin melaksanakan ibadah haji, maka yang lain juga harus mendapatkan kesempatan yang sama.

• Baca: ‘Balas Jasa’, Golkar Minta Idrus Marham Menangkan Khofifah

“Format seperti ini yang ingin kita bangun melalui Jatim Sejahtera. Kami juga mempunyai Jatim Amanah dan Jatim Berkah, itu beda lagi,” katanya.

Kalau Jatim Amanah, tandas Khofifah, dirinya dan Emil ingin bersama seluruh masyarakat Jatim membangun pemerintahan yang bersih, jujur tanpa korupsi. “Insyaallah format ini sudah ikhtiari saat menjadi menteri di zaman Gus Dur dan di zaman Pak Jokowi,  serta Mas Emil yang bupati Trenggalek. Kami juga ingin membangun Jatim berkhah,” jelasnya.