Kamis, 29 September 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Dengar Presentasi Kadishub Jatim, Perasaan Wagub Emil Dardak Campur Aduk, Lho Kenapa?

Berita Terkait

BERBASIS ANDROID: Di hadapan Emil, Kadishub Nyono Jatim presentasi soal kualitas angkutan umum berbasis android. | Foto: IST
BERBASIS ANDROID: Di hadapan Emil, Kadishub Nyono Jatim presentasi soal kualitas angkutan umum berbasis android. | Foto: IST
- Advertisement -

JAKARTA, Barometerjatim.com – Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak kembali aktif menjalankan tugasnya setelah lima hari berduka atas kepergian ayahnya, almarhum Achmad Hermanto Dardak.

Kamis (25/8/2022) hari ini, dia mementori tiga Kepala OPD Pemprov Jatim dalam seminar implementasi proyek perubahan peserta pelatihan kepemimpinan nasional tingkat I angkatan LIII 2022 di Gedung Wisesa Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta.

Ketiga kepala dinas Pemprov Jatim tersebut, yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Mohammad Yasin, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aries Agung Paewai, dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nyono.

Peserta pertama, Yasin, mempresentasikan proyek penanggulangan kemiskinan perdesaan yang targetnya dapat menurunkan angka kemiskinan di Jatim satu digit.

Target itu diharapkan tercapai dengan tiga langkah. Yakni RKPD yang mampu mengakomodir secara Holistik, Integratif, Tematik, dan Spasial (HITS) serta implementasinya melalui desa model binaan terpadu di 14 Desa di tujuh kabupaten (Dharma Bhakti Nagari).

Selain itu, ada pula pengolah data Sistem Informasi Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (Sinta Gelis) yang dikatakan Emil sangat penting untuk melacak kantong kemiskinan. Nantinya, dari data yang ada, penanggulangan kemiskinan dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait.

“Jadi ini hal konkret yang bisa dilakukan,” kata Emil yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Jatim.

“Kemiskinan itu kan lintas sektor. Jangan sampai, satu orang yang memiliki peran sebagai wali murid di bawah naungan Dinas Pendidikan sekaligus nelayan di bawah Dinas Kelautan sampai terlewatkan, padahal berada dalam naungan dua OPD,” sambungnya.

Peserta kedua, Aries mempresentasikan proyek strategi pembaruan corporate university (Corpu) berbasis tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Ini adalah program pengembangan kompetensi yang difokuskan pada ASN Jatim.

Menurut Aries, pemetaan indikator SGDs di BPSDM Jatim didasarkan pada global goal yang terdiri atas 17 target perdamaian dan keadilan dunia. Sehingga, memudahkan BPSDM dalam menyusun program pengembangan kompetensi.

“Pembangunan ini tidak bisa kita lakukan kalau aparaturnya tidak kompeten. Kadang kita sering mikir, ya sudah anggarkan saja kegiatan dan programnya. Tapi bagaimana eksekutornya? Karena esensinya kan bukan hanya eksekusi anggaran, tapi juga kreativitas mengeksekusi program dengan lebih baik,” kata Emil.

Terakhir, Nyono membawakan presentasi tentang proyek peningkatan pelayanan kualitas angkutan umum berbasis android. Dia dan tim telah menciptakan aplikasi Trans-Jatim Ajaib yang digunakan masyarakat untuk memesan Trans Jatim.

Aplikasi ini dibuat untuk mengembalikan minta masyarakat terhadap fasilitas kendaraan umum. Sehingga, penggunaan kendaraan pribadi akan berkurang dan kemacetan lalu lintas juga kecelakaan bisa diminimalisir.

Nah, saat mendengar persentasi Nyono, perasaan Emil berubah campur aduk mengingatkan pada almarhum ayahnya.

“Perasaan saya mendengar pemaparan Pak Nyono ini campur aduk, karena almarhum papa saya dulunya Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia. Beliau menyampaikan dengan sangat baik tentang trip generation, trip distribution, trip assignment, dan modal split,” kata Emil.

“Keempat ini pasti sudah dipikirkan dalam membuat Trans-Jatim Ajaib. Ada perbedaan antara jarak jauh dan jarak pendek, juga kita ingin melihat adanya sinergi sehingga tidak tercipta monopoli,” imbuhnya.

Snowball Effect Daerah Lain

Emil melanjutkan, dari ketiga inovasi yang ada, mantan Bupati Trenggalek itu mengaku bangga dan percaya bahwa ketiganya dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Mengingat, sudah banyak perubahan berarti yang terlihat setelah ketiga program tersebut berjalan.

Prestasi itu antara lain penurunan jumlah kemiskinan yang tertinggi di Indonesia, yang membuat Yasin diminta untuk menyiapkan diri menjadi percontohan di Papua.

Selain itu, peningkatan kualitas ASN Jatim yang mengantarkan Pemprov Jatim meraih banyak penghargaan di bidang pemerintahan. Tak hanya itu, Trans-Jatim Ajaib hingga saat ini telah diinstal lebih dari 10 ribu pengguna.

“Selamat. Saya bangga sekali. Saya berharap inovasi ini bisa menciptakan snowball effect untuk daerah lain. Nantinya, ini bisa meningkatkan sistem yang sudah ada dan upgrading level mereka,” kata Emil.

“Banyak peluang untuk pengembangan ke depannya, tinggal bagaimana SDM-nya saja. Semoga bisa mencapai hasil yang diinginkan,” tutupnya.

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -