Debat Kedua: Puti ‘Tak Bunyi’, Gus Ipul ‘Kelimpungan’ Sendiri

KHOFIFAH-EMIL KOMPAK: Khofifah-Emil tampil memukau saat debat kedua Pilgub Jatim, sementara Gus Ipul 'berkeringat' sendirian. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
KHOFIFAH-EMIL KOMPAK: Khofifah-Emil tampil memukau saat debat kedua Pilgub Jatim, Selasa (8/5), sementara Gus Ipul ‘kelimpungan’ sendiri. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sebelum debat publik kedua Pilgub Jatim 2018 dimulai, publik seolah menunggu perdebatan sengit lanjutan antara dua Cawagub, Emil Elestianto Dardak dan Puti Guntur Soekarno.

Maklum, saat debat publik pertama, 10 April 2018, keduanya terlibat perdebatan sengit terkait gizi buruk di Jatim. Puti yang ‘menyerang’ dengan menyebut Trenggalek sebagai kabupaten stunting, ditanggapi Emil dengan gigih.

Harapan publik terlihat bakal terpenuhi, karena sebelum debat Puti mendapat dukungan penuh dari ayahnya, Guntur Soekarno yang datang ke Surabaya untuk memberi support agar putrinya tidak lembek saat berdebat.

“Tadi saya sampaikan, Puti dalam debat kamu jangan lembek. Dalam debat harus ofensif, tapi tetap dengan wajah senyum,” kata Guntur berpesan ke Puti.

• Baca: Pakar Ekonomi: Khofifah-Emil Unggul Telak di Debat Kedua

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih Puti tampil ofensif, hingga tiga segmen debat berlangsung selama 20 menit, keponakan Sukmawati Soekarnoputri itu nyaris ‘tak berbunyi’ dan membiarkan tandemnya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ‘berkeringat’ sendirian menghadapi aksi kompak Khofifah-Emil.

Puti baru buka suara ketika debat memasuki segmen ketiga selama 16 menit 80 detik. Itupun karena diminta Gus Ipul, “Mbak Puti mungkin mau menambahkan,” katanya. Puti lantas tampil tapi hanya sekitar 50 detik sebelum segmen ketiga berakhir.

Sampai-sampai Gus Ipul terlihat ‘kelimpungan’ sendiri meladeni serangan Emil di segmen berikutnya, “Iya, sebenarnya sama sih pandangan kita. Tidak ada perbedaan. Tetapi intinya mungkin soal skala prioritas,” kata Gus Ipul menjawab pertanyaan Emil soal infrastruktur jalan.

SEGMEN 1:

Debat kedua Pilgub Jatim 2018 didahului dengan pemaparan program kedua pasangan calon (paslon). Di segmen ini, Khofifah dan Gus Ipul adu program secara singkat, masing-masing diberi waktu dua menit.

SEGMEN 2:

Di segmen ini, paslon menjawab pertanyaan dari panelis. Pertanyaan pertama diambil Gus Ipul, lalu dibacakan Rektor Universitas Jember (Unej) Mohammad Hasan terkait sektor pertanian .

Selama dua menit, lewat Gus Ipul, paslon nomor dua memaparkan jawabannya. Setelahnya, paslon nomor satu menjawab pertanyaan dan durasi yang sama. Bedanya, jika Puti hanya duduk manis melihat Gus Ipul memberikan jawaban, Khofifah-Emil langsung kompak, saling mengisi jawaban.

Selama satu menit, paslon nomor satu lalu menanggapi jawaban paslon nomor dua. Sekali lagi, Emil begitu kompak dengan Khofifah, bahu-membahu menanggapi jawaban. Begitu giliran paslon nomor dua menanggapi, lagi-lagi Gus Ipul ‘berkeringat’ tanpa bantuan Puti.

Selanjutnya, paslon nomor satu mengambil pertanyaan dan dibacakan Prof Nuhfil Hanan dari Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang terkait infrastruktur.

3 segmen, 20 menit, Puti Guntur baru bicara di penghujung segmen ketiga sekitar 50 detik.

Lewat Emil, paslon nomor satu memberi jawaban selama dua menit. Begitu pula dengan paslon nomor dua, jawaban diberikan Gus Ipul sementara Puti tak kunjung ‘berbunyi’. Belum beranjak dari duduk manisnya.

Pun saat paslon nomor dua selama satu menit menanggapi jawaban paslon nomor satu. Meski Gus Ipul mulai terdengar parau, Puti masih terdiam di tempat duduknya.

Selanjutnya paslon nomor satu lewat Khofifah menanggapi jawab paslon nomor dua. Praktis, selama 10 menit dua sesi debat berjalan, Puti hanya membiarkan Gus Ipul sendirian meladeni kekompakan Khofifah-Emil.

SEGMEN 3:

'BIANGNYA' DATA: Khofifah-Emil, buktikan kuasai data saat debat kedua Pilgub Jatim, Selasa (8/5). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
‘BIANGNYA’ DATA: Khofifah-Emil, buktikan kuasai data saat debat kedua Pilgub Jatim, Selasa (8/5). Sementara Puti Guntur justru tak ‘berbunyi’. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

Dua paslon kemudian diuji panelis untuk menjawab permasalahan dengan studi kasus. Paslon nomor satu mengambil pertanyaan yang kemudian dibacakan Arif Hoetoro, panelis dari Unbraw Malang terkait sumber energi terbarukan.

Selama dua menit, lewat Emil paslon nomor satu menjawab pertanyaan, sedangkan paslon nomor dua lewat Gus Ipul. Lalu paslon nomor dua menanggapi paslon nomor satu, lagi-lagi Gus Ipul yang memberikan jawaban dan Puti masih terdiam.

Giliran nomor satu menanggapi jawaban paslon nomor dua, Emil dengan dandanan profesional muda tampil sangat percaya diri, mengingat sumber energi merupakan salah satu keahliannya.

• Baca: Debat Kedua, Pendukung Paslon Nomor 2 Kembali Berulah

Selanjutnya, paslon nomor dua giliran mengambil pertanyaan dan dibacakan panelis Nurul Barizah dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya terkait tata ruang provinsi.

Gus Ipul, sekali lagi, mewakili paslon nomor dua untuk menjawab pertanyaan selama dua menit dan Puti tetap tak beranjak dari duduknya. Baru di detik 80 dari 120 detik jatah waktu, Gus Ipul meminta Puti untuk tampil, “Mungkin Mbak Putih mau menambahkan,” pintanya.

Ruangan debat pun sedikit riuh, terutama dari kubu pendukung Khofifah-Emil, karena sepanjang 16 menit 80 detik kader PDIP itu baru ‘berbunyi’. Itupun hanya sekitar 50 detik menambahkan jawaban Gus Ipul sebelum segmen ketiga berakhir.

Setelahnya, lewat Khofifah paslon nomor satu menjawab pertanyaan yang sama dari penalis selama dua menit. Kekompakan paslon nomor satu kian terlihat, saat menanggapi jawaban paslon nomor dua selama satu menit, giliran Emil yang tampil.

• Baca: ‘Biangnya’ Data, Khofifah-Emil Bakal Kuasai Debat Kedua

Nah, giliran paslon nomor dua menanggapi jawaban paslon nomor satu, Puti kembali tak ‘berbunyi’ dan Gus Ipul lagi-lagi sendirian memberikan jawaban selama satu menit.

Jika ditotal, selama 20 menit tiga segmen berlangsung, Puti hanya bicara selama 50 detik saja. Mantan anggota Komisi X DPR RI Dapil Jawa Barat X itu baru ‘berbunyi’ saat segmen antar-Cawagub saling bertanya.