Debat Kedua, Pendukung Paslon Nomor 2 Kembali Berulah

 MEMACETKAN JALAN: Petugas kepolisian dan massa sempat terlibat aksi saling dorong untuk membukan jalan Khofifah-Emil masuk gedung tempat lokasi debat. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MEMACETKAN JALAN: Petugas kepolisian dan massa sempat terlibat aksi saling dorong untuk membukan jalan Khofifah-Emil masuk gedung tempat lokasi debat. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pendukung pasangan Cagub-Cawagub Jatim nomor dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur kembali berulah. Kali ini massa yang mayoritas berseragam merah berkumpul di depan pintu masuk Gedung Dyandra Convention Center, lokasi debat publik kedua, Selasa (8/5) malam ini.

Selain memacetkan Jalan Basuki Rahmat Surabaya, kondisi itu membuat pasangan nomor satu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak terhalang untuk masuk ke arena debat publik.

Saat petugas kepolisian berupaya mencarikan jalan Khofifah-Emil, pendukung paslon nomor dua tetap tidak mau minggir yang mengakibatkan paslon nomor satu tertahan, tetap tidak bisa memasuki lokasi debat.

• Baca: Ganggu Debat, Pendukung Paslon No 2 Berulah Lewat Peluit

Aksi dorong pun tak terelakkan, antara petugas kepolisian dan pendukung paslon nomor dua. Mereka tetap tidak mau bergeser dari pintu masuk gedung Dyandra. Hal itu membuat pendukung dan paslon nomor satu yang berupaya masuk lokasi debat ikut terjepit.

Polisi terus berupaya meminta pendukung paslon nomor dua agar bergeser ke sebelah kanan gedung. Bukannya bergeser, tapi malah menutup Jalan Basuki Rahmat. Karuan saja hal ini membuat jalan protokoler tersebut lumpuh sementara.

BUNYIKAN PELUIT: Dua pengurus PDIP Surabaya ditegur panitia karena kedapatan membawa dan membunyikan peluit di dalam ruang debat. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
BUNYIKAN PELUIT: Dua pengurus PDIP Surabaya, Baktiono dan Armuji ditegur panitia karena kedapatan membawa dan membunyikan peluit di ruang debat. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Tak hanya di luar, di dalam gedung tempat debat publik berlangsung, pendukung paslon nomor dua juga berulah. Dua kader salah satu Parpol pendukung, Baktiono dan Armuji mendapat teguran dari panitia karena kedapatan membawa dan membunyikan peluit di dalam ruang debat. Armuji sempat marah saat peluitnya dirampas petugas.

Sebelumnya, saat debat publik perdana Pilgub Jatim, Selasa, 10 April lalu, sejumlah pendukung paslon nomor dua juga berulah dengan memaksa masuk tanpa membawa undangan resmi.

• Baca: Tanpa Undangan Resmi, Petugas Usir Suporter Gus Ipul-Puti

Sementara itu Ketua Tim Hukum dan Advokasi Khofifah-Emil, Hadi Mulyo Utomo menyesalkan kejadian tersebut, karena konsentrasi massa di depan pintu masuk membuat paslon nomor satu dan pendukungnya terhalang masuk ke lokasi debat. “Massa beratribut nomor dua yang tak mau minggir,” katanya.

Padahal, tambah Hadi, sudah ada kesepakatan ketika Saifullah Yusuf sudah masuk, maka massa pendukungnya bergeser ke arah kanan. “Ternyata mereka bersikeras di depan pintu masuk, sehingga menghalangi,” pungkasnya.