Debat Dikotori Umpatan, Pendukung Paslon No 1: Ndeso.!

DIKOTORI UMPATAN: Debat publik ketiga Pilgub Jatim. Ada yang meneriakkan kata jan**k saat siaran langsung. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DIKOTORI UMPATAN: Debat publik ketiga Pilgub Jatim. Ada yang meneriakkan kata jan**k saat siaran langsung. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Debat publik ketiga Pilgub Jatim 2018 di Dyandra Convention Center, Sabtu (23/6) malam, kembali dikotori ulah pendukung salah satu pasangan calon (paslon).

Entah siap yang mengucapkan, tiba-tiba terdengar teriakan jan**k — umpatan khas Suroboyoan — di arena debat yang disiarkan sejumlah televisi secara langsung (live) tersebut.

Umpatan kotor ini muncul saat Cawagub Jatim nomor satu, Emil Elestianto Dardak dengan gemilang menanggapi jawaban Cawagub nomor dua, Puti Guntur Soekarno terkait opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal keuangan pemerintah daerah.

• Baca: Debat Kedua, Pendukung Paslon Nomor 2 Kembali Berulah

Sadar ada lontaran kata tak pantas saat on air, usai segmen kedua presenter Brigita Manohara langsung mengambil alih mikrofon off air.

“Mbok yo kalau on air (siaran langsung) jangan mengucapkan kata jan**k. Kita ini dilihat orang se-Indonesia lho. Saya tahu itu ungkapan sayang terhadap paslon. Tapi jangan diucapkan saat on air,” protes Brigita saat jeda segmen debat pubik, Sabtu (23/6).

“Mbok jangan diulangi ya. Kalau sampai saya dengar lagi, langsung akan saya datangi yang ngomong saat jeda segmen. Sudah ya jangan lagi!”

• Baca: Ganggu Debat, Pendukung Paslon No 2 Berulah Lewat Peluit

Mendengar umpatan tak pantas tersebut, sontak pendukung paslon nomor satu, Khofifah-Emil Dardak merespons dengan koor: Ndeso..! Ndeso..! Ndeso..! Ndeso..!”

“Ayo ngaku, siapa tadi yang ngomong. Ayo ngaku,” sambar Brigita. Setelahnya, dia kembali mengingatkan, “Oke! Kita sepakat untuk tidak lagi mengucapkan kata jan**k. Nanti kalau saya dengar lagi tak kethak (jitak),” tegasnya.

Sebelumnya, cletukan-cletukan selalu muncul saat pasangan Khofifah-Emil tampil mengesankan ketika memberikan paparannya saat debat. Padahal presenter dan tim panitia telah menyampaikan tata tertib agar tidak berkomentar saat siaran langsung.

• Baca: Tanpa Undangan Resmi, Petugas Usir Suporter Gus Ipul-Puti

Tak hanya kali ini saja debat diwarnai ulah rusuh penonton. Di debat kedua, Selasa (8/5), beberapa pendukung paslon nomor dua kedapatan membawa dan membunyikan peluit. Pelaku bahkan sempat bersitegang dengan panitia.

Begitu pula saat debat publik perdana Pilgub Jatim, Selasa (10/4), sejumlah pendukung paslon nomor dua juga berulah dengan memaksa masuk tanpa membawa undangan resmi.