Tanpa Undangan Resmi, Petugas Usir Suporter Gus Ipul-Puti

DIHADANG PETUGAS: Suporter Gus Ipul-Puti tanpa undangan resmi digadang petugas dari KPU Jatim dan kepolisian. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DIHADANG PETUGAS: Suporter Gus Ipul-Puti tanpa undangan resmi digadang petugas dari KPU Jatim dan kepolisian. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kericuhan sempat mewarnai lokasi debat publik perdana Pilgub Jatim 2018 di Gedung Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rachmat, Surabaya, Selasa (10/4) malam. Pemicunya, pendukung paslon nomor dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno mencoba memasuki lokasi debat tanpa memiliki undangan resmi dari KPU Jatim.

Kejadian bermula ketika Gus Ipul-Puti datang 10 menit sebelum acara yang disiarkan langsung (live) oleh beberapa stasiun televisi itu pukul 19.30 WIB. Sebaliknya, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak datang 40 menit sebelum acara dimulai.

Pendukung Gus Ipul-Puti tanpa undangan yang berusaha menerobos masuk, lantas  dihalau tim pengamanan dari kepolisian serta KPU Jatim. Massa yang tak memiliki gelang penanda undangan langsung diusir keluar.

• Baca: 9,5 Jam Jelang Debat, Khofifah Ziarah ke Makam Sunan Ampel

Kericuan pun terjadi, karena sebagian pendukung Gus Ipul-Puti menolak keluar dengan berbagai alasan. Namun dengan sigap, sejumlah personel polisi membantu petugas keamanan dari KPU Jatim untuk mengeluarkan massa tanpa undangan.

“Mereka ini sebagian tidak punya gelang (penanda undangan). Kalaupun punya undangan tidak boleh lewat pintu ini, karena khusus VVIP dengan gelang warna hitam. Mereka tidak pakai gelang hitam,” terang Eddy, petugas keamanan dari KPU Jatim usai kericuhan.

Eddy menambahkan, pihak keamanan memang telah mengantisipasi kejadian tersebut karena sudah terjadi di acara KPU Jatim sebelumnya. “Sudah diantisipasi, memang mereka seperti itu (menerobos) meski tak punya undangan. Ini terjadi pada acara sebelumnya, saat pengambilan nomor urut calon,” tambahnya.

Sempat Adu Yel-yel

Sebelumnya, di luar arena debat, ratusan pendukung kedua pasangan calon tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel sembari menunggu masing-masing calon gubernur yang didukungnya memasuki lokasi debat.

Bahkan kedua pihak pendukung sempat beradu yel-yel dan saling berhadap-hadapan, dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian.

• Baca: Jelang Debat! Khofifah Biasa Saja, Tetap Blusukan ke Pasar

Di debat perdana ini, tema yang diusung yakni Kesejahteraan Rakyat yang pembahasannya meliputi kesejahteraan bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, keagamaan, sosial budaya, sosial kemasyarakatan, konflik sosial dan ideologi, HAM, kebangsaan, kepemudaan serta keperempuanan.

KPU Jatim menyiapkan empat orang panelis, yaitu Abdul Chalik dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Nunuk Nuswardani dari Universitas Trunojoyo Madura, Abdul Chalik dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Fauzan dari Universitas Muhammadiyah Malang, serta seorang aktivis antikorupsi Luthfi J Kurniawan.