Daging Impor Masuk Jatim, PPSDS: Rembesan kok 20 Ton!

Muthowif (kanan) dan Wemmi Niamawati. Daging sapi impor masuk Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan/Ist
Muthowif (kanan) dan Wemmi Niamawati. Daging sapi impor masuk Jatim. | Foto: Barometerjatim.com//Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim, Muthowif tak habis pikir dengan pernyataan Kepala Dinas Peternakan (Disnak Jatim), Wemmi Niamawati terkait peredaran daging sapi impor di Jatim.

“Rembesan kok 20 ton,” kata Muthowif pada Barometerjatim.com, Senin (31/12), mengomentari Wemmi yang menyebut daging sapi impor beredar di Jatim akibat rembesan dari wilayah Jakarta.

“Jatim tidak ada impor daging apapun. Tetapi memang ada distributor di Jakarta yang bahan impornya masuk ke Jatim,” kata Wemmi, Kamis (27/12) lalu.

Namun Muthowif memiliki pengalaman berbeda saat ikut sidak bersama Disnak Jatim, pihak bea cukai dan petugas dari kepolisian. Menurutnya, fakta di lapangan justru ditemukan surat resmi rekomendasi dari Disnak.    

“Kami temukan ada surat resmi rekomendasi yang dikeluarkan Disnak, terkait masuknya daging impor ke Jatim,” ucapnya, seraya menambahkan temuan inilah yang membuatnya juga tak habis pikir dengan statement Wemmi.

Sebelumnya, PPSDS menemukan daging sapi impor beredar luas di sejumlah pasar tradisional di Surabaya. Tak tanggung-tanggung, memasuki Natal dan Tahun Baru, suplainya bertambah sangat banyak, mencapai satu kontainer (isi 20 ton) per hari.

“Itu sudah lama, cuma dua bulan belakangan ini suplainya tambah banyak. Kalau dulu dua kontainer satu minggu, belakangan satu hari satu kontener yang masuk,” kata Muthowif. •

Daging sapi impor diangkut terbuka dengan becak, beredar luas di pasar tradisional di Surabaya. | Foto: Ist
Daging sapi impor diangkut terbuka dengan becak, beredar luas di pasar tradisional di Surabaya. | Foto: Ist

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim, Disnak Jatim