Cukup 2 Kali ‘Dicurangi’, Khofifah Pasang 3 Saksi di Tiap TPS

PEMANTAPAN SAKSI: Cagub Khofifah saat menghadiri Pemantapan Saksi untuk Paslon Khofifah-Emil di Mojokerto, Jumat (18/5). | Sumber: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
PEMANTAPAN SAKSI: Cagub Khofifah saat menghadiri Pemantapan Saksi untuk Paslon Khofifah-Emil di Mojokerto, Jumat (18/5). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Dua kali Pilgub Jatim (2008 dan 2013) digelar, dua kali pula Khofifah Indar Parawansa ‘dicurangi’ habis-habisan. Gurita suara yang diperoleh lewat kerja keras di lapangan, rontok begitu saja di TPS dan rekapitulasi KPU Jatim.

Faktanya, di 2008, Pilgub Jatim sampai digelar tiga kali putaran karena suara Khofifah yang saat itu berpasangan dengan Brigjen TNI (Pur) Mudjiono (akronim Kaji) ‘dicuri’ — mengutip buku Vote for Kaji Plundered – East Java Gubernatorial Election Scandal.

Sampai-sampai lembaga survei harus kehilangan martabatnya, lantaran hasil quick count yang mengunggulkan Kaji ‘dijarah’ habis-habisan lewat rekapitulasi penghitungan suara di KPU Jatim.

• Baca: Catat! DPT Pilgub Jatim 30.155.719 Pemilih, 67.644 TPS

Puncaknya, Mahkamah Konstitusi (MK) yang kala itu diketuai Mahfud MD memerintahkan coblosan ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, serta penghitungan suara ulang di Pamekasan.

Perintah MK didasari adanya kecurangan yang terstruktuf, sistematis dan masif (TSM). Istilah ini kemudian populer di setiap hajatan Pilkada yang diwarnai dugaan kecurangan.

Sedihnya lagi, Kapolda Jatim saat itu, Irjen Pol Herman S Sumawiredja — yang kemudian menjadi pasangan Khofifah di Pilgub Jatim 2013 — dibuat tak berdaya meski mengakui banyak kecurangan.

16 Maret 2009, Herman pun memilih pensiun dini daripada harus membiarkan eks Ketua KPU Jatim, Wahyudi Purnomo bebas berkeliaran karena penetapan tersangka yang dikeluarkan Polda Jatim dianulir Mabes Polri.

• Baca: KPU Jatim Cetak Surat Suara Sesuai DPT Plus 2,5 Persen

Pun demikian di 2013. Pemenang Pilgub Jatim kembali ditentukan di ruang sidang MK, dan Khofifah yang berpasangan dengan Herman (akronim Berkah) lagi-lagi dibuat tak berdaya. Belakangan mantan Ketua MK, Akil Mochtar menyebut Khofifah-Herman memenangi gugatan.

Menurut Akil yang terjerat kasus suap sengketa Pilkada, hakim panel membuat keputusan 2:1 untuk Khofifah-Herman. Namun entah mengapa putusan majelis hakim yang dikeluarkan menjadi berbeda.

“Di panel putusannya 2:1. Artinya di panel itu kan yang dimenangkan Bu Khofifah. Tapi kan putusannya saya sudah tidak ikut lagi. Nama saya sudah dikeluarkan,” kata Akil usai menjadi saksi dalam sidang terdakwa Chairun Nisa di Pengadilan Tipikor, Jaksel, 30 Januari 2014.

Pantau Seluruh DPT

Nah, tak mau lagi dicurangi habis-habisan, Khofifah yang di Pilgub Jatim 2018 berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak, menyiapkan saksi terlatih di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) hingga penghitungan di tingkat kecamatan, PPK (Panitia Pemungutan Suara).

“Masing-masing saksi akan ada tiga orang. Tim PPK juga tiga orang,” kata perempuan enerjik yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu saat menghadiri Pemantapan Saksi untuk Paslon Khofifah-Emil di Mojokerto, Jumat (18/5).

Para saksi tersebut terdiri dari unsur relawan, simpatisan dan masyarakat yang ditunjuk. Mereka akan dilatih secara khusus dan selanjutnya ditempatkan di 67.644 TPS yang tersebar di 8.497 kelurahan dan desa serta 666 kecamatan di seluruh Jatim.

• Baca: Survei CSIS: Puti ‘Sosok Impor’, Perempuan Jatim Pilih Khofifah

Di Mojokerto, misalnya, ribuan saksi telah disiapkan untuk mengawal suara. “Ada 3.400 saksi (yang dilatih) dan saya hadir langsung saat pembukan,” kata Khofifah, sembari memastikan seluruh DPT (Daftar Pemilih Tetap) akan terpantau.

“Dari DPT itu yang memilih berapa persen, semua terpantau sampai di kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi. Semua tidak ada yang lolos,” tandasnya.

Mantan Menteri Sosial itu berharap para saksi yang ditugaskan di TPS juga jangan sampai kehilangan haknya saat coblosan, 27 Juni nanti.

• Baca: Mayoritas Warga NU Pilih Khofifah-Emil, Ini Hasil Surveinya

“Tugas utama mengamankan suara satu TPS, tapi jangan sampai kehilangan suara. Betapa pentingnya panjenengan menjadi saksi, juga harus menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Dalam data KPU Jatim tercatat DPT untuk Pilgub Jatim 2018 sebanyak 30.155.719 pemilih. Terdiri dari 15.315.352 pemilih perempuan dan 14.840.367 pemilih laki-laki.