Survei CSIS: Puti ‘Sosok Impor’, Perempuan Jatim Pilih Khofifah

KHOFIFAH-EMIL UNGGUL JAUH: Hasil survei CSIS, elektabilitas Khofifah-Emil Dardak unggul jauh, 15,7 persen dari Gus Ipul-Puti Guntur. | Sumber: Hasil Survei CSIS
KHOFIFAH-EMIL UNGGUL JAUH: Hasil survei CSIS, elektabilitas Khofifah-Emil Dardak unggul jauh, 15,7 persen dari Gus Ipul-Puti Guntur. | Sumber: Hasil Survei CSIS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kehadiran Puti Guntur Soekarno untuk meraih suara pemilih perempuan di Pilgub Jatim 2018 ternyata tak signifikan. Hasil survei CSIS (Centre for Strategic and International Studies) mencatat: Mayoritas pemilih perempuan Jatim tetap memilih Khofifah Indar Parawansa.

Dalam survei terbaru periode 16-30 April, temuan CSIS menunjukkan tingkat elektabilitas Khofifah-Emil mencapai 53,5 persen atau unggul jauh hingga 15,7 persen dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti yang meraih 37,8 persen, sedangkan 8,7 persen belum menentukan pilihan.

Survei dilakukan dengan 920 sampel yang tersebar secara proporsional di 38 kabupaten/kota di Jatim dengan metode multistage random sampling. Margin of error kurang lebih 3,23 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

• Baca: Mayoritas Warga NU Pilih Khofifah-Emil, Ini Hasil Surveinya

Dari 53,5 persen tingkat elektabilitas Khofifah-Emil, mayoritas didapat lewat pemilih perempuan. Ini sekaligus mempertegas kalau pemilih perempuan di Jatim tetap memilih mantan Menteri Sosial tersebut, meski di ‘kubu sebelah’ ada perempuan lain, Puti Guntur.

Temuan CSIS bisa dilihat di kategori cross tabulation (tabel silang) antara pemilih terhadap pasangan calon dengan faktor jenis kelamin. Hasilnya, Khofifah-Emil dipilih 54,6 persen pemilih perempuan dan 45,4 persen laki-laki, sedangkan Gus Ipul-Puti hanya dipilih 42,7 persen pemilih perempuan dan 57,3 persen pemilih laki-laki.

KEMANTAPAN PILIHAN: Kemantapan pemilih di Pilgub Jatim 2018 sudah mencapai angka di atas 50 persen. | Sumber: Hasil Survei CSIS
KEMANTAPAN PILIHAN: Kemantapan pemilih di Pilgub Jatim 2018 sudah mencapai angka di atas 50 persen. | Sumber: Hasil Survei CSIS

“Pemilih perempuan posisinya lebih solid. Lebih besar proporsi perempuan yang memilih Khofifah-Emil dibanding Gus Ipul-Puti,” terang Arya Fernandez, peneliti CSIS, Selasa (15/5).

Faktor perempuan, tandas Arya, “Menjadi penting karena mewakili faktor pemilih, dan keberhasilan Khofifah menjadi faktor yang mempengaruhi keunggulan pasangan Khofifah-Emil.”

• Baca: 3 Lembaga Survei: Massa PKB Ramai-ramai Pilih Khofifah-Emil

Apalagi tingkat kemantapan pemilih cukup tinggi, mencapai 57,6 persen (sangat mantap) 26,7 persen (masih mungkin berubah) 8,1 persen (ragu-ragu dan 7,6 persen tidak menjawab.

Faktor Ketum Muslimat NU

PEREMPUAN PILIH KHOFIFAH: Mayoritas pemilih perempuan memilih Khofifah-Emil ketimbang Saifullah Yusuf-Puti Guntur. | Sumber: Hasil Survei CSIS
PEREMPUAN PILIH KHOFIFAH: Mayoritas pemilih perempuan memilih Khofifah-Emil ketimbang Saifullah Yusuf-Puti Guntur. | Sumber: Hasil Survei CSIS

Arya menambahkan, Khofifah memiliki sejarah elektabilitas tinggi di kalangan wanita dengan massa ‘akar rumput’ yang solid. Faktor Khofifah sebagai ketua umum PP Muslimat NU dinilai memberi dampak elektoral yang signifikan terhadap pasangan nomor urut satu.

Sementara lawannya, Puti yang merupakan calon wakil dari pasangan nomor dua dinilai tidak sebanding. Mengingat Puti, dikatakan Arya, bukanlah warga Jawa Timur tapi ‘sosok impor’ dari Jawa Barat.

“Sokongan posisi Khofifah sebagai ketua umum Muslimat NU sangat mempengaruhi faktor pemilh perempuan. Itu membuat dukungan menjadi kuat. Sementara Puti ‘pemain baru’ di Jatim, dia juga tidak punya basic,” tuturnya.

• Baca: Populi: Elektabilitas Khofifah-Emil 44%, Gus Ipul-Puti 38,8%

Sebenarnya, tandas Arya, faktor afiliasi partai pengusung menjadi penentu masyarakat untuk memilih pasangan calon. Namun pada Pilgub Jawa Timur ketokohan dan rekam jejak kandidat lebih memberi dampak insentif elektoral.

“Pilkada, kombinasi antara personaliti kandidat dan mesin partai. Jadi kombinasi dua itu, tapi ini kan pemilihan kepala daerah bukan pemilihan partai,” pungkasnya.