Bukan Janji! Emil Sudah Mulai Kembangkan Kawasan Selatan

SAPAAN HANGAT: Emil Dardak menyapa remaja warga Teluk Prigi di Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Sabtu (9/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SAPAAN HANGAT: Emil Dardak menyapa remaja warga Teluk Prigi di Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Sabtu (9/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

TRENGGALEK, Barometerjatim.com – Dihantam berbagai pola kampanye hitam terkait kepemimpinanya di Trenggalek, Emil Elestianto Dardak tak mau beretorika. Baginya, hasil dari kinerjanya selama ini cukup menjadi jawaban nyata.

Salah satunya, terkait pembangunan jalan kabupaten yang menghubungkan antara Prigi dengan Munjungan yang yang hampir satu dekade tidak disentuh karena bergantung pada jalan nasional.

Emil yang juga menjabat Waketum Asosiasi Kepala Daerah se-Indonesia itu menuturkan, tahun ini pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) difokuskan untuk pembukaan akses Kabupaten Tulungagung-Trenggalek.

• Baca: Perkuat Visi Kelautan, Emil Berbecek-becek di TPI Prigi

Melalui pembiayaan Islamic Development Bank, pemerintah pusat menggelontorkan dana hampir setengah APBD Trenggalek untuk membuka akses jalan Pansela Tulungagung-Prigi.

Tak mau tinggal diam, guna menyambungkan antara Prigi dengan Munjungan, di 2018 ini Pemkab Trenggalek mengalokasikan anggaran untuk membangun kembali jalan kabupaten dari Prigi ke Munjungan.

“Saya lebih memilih untuk memperbaiki jalan kabupaten yang menghubungkan Prigi-Munjungan yang tidak pernah disentuh sebelumnya, sambil kita terus  memperjuangkan jalan nasional ke pusat,” ungkapnya saat kegiatan sahur bersama warga Teluk Prigi di Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Sabtu (9/6).

• Baca: Ajak Pengusaha Salam Satu Jari, La Nyalla: Emil Adik Saya

Belakangan, di tengah elektabilitasnya yang meroket tajam jelang coblosan, Emil memang banyak dihantam kampanye hitam baik berupa rekayasa video maupun foto untuk mendiskreditkan kinerjanya sebagai bupati Trenggalek dengan beberapa program yang akan diusung di Jatim.

Di antaranya, Emil disebut-sebut lebih memilih meninggalkan Trenggalek meski baru dua tahun dilantik menjadi bupati. Padahal, jika terpilih bersama Khofifah, baru dilantik medio 2019. Artinya masih ada waktu satu tahun untuk bekerja maksimal dalam membangun Trenggalek yang baru menggelar Pilkada kembali pada 2020.

• Baca: 2 Juta Suara Barikade Gus Dur Siap Mengalir ke Khofifah-Emil

Lalu terkait jalan rusak dan berlubang selama pemerintahan Emil. Padahal saat suami Arumi Bachsin itu dilantik, dari 65 persen kondisi jalan baik di Trenggalek, Emil mampu mengubahnya menjadi 80 persen baik dalam tempo dua tahun.

Tak berhenti di situ, beredar pula video Pasar Pon yang rusak. Padahal pasar ini memang belum tersentuh pembangunan dalam kurun waktu setengah abad, baru dalam pemerintahan Emil dialokasikan revitalisasi pasar besar-besaran secara bertahap.

“Jadi silakan dinilai kenerja saya seperti apa, yang benar yang mana,” katanya sambil tersenyum.

Prigi Tempat Spesial

SAHUR DI TELUK PRIGI: Emil Dardak sahur bersama warga Teluk Prigi di Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Sabtu (9/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SAHUR DI TELUK PRIGI: Emil Dardak sahur bersama warga Teluk Prigi di Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Sabtu (9/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Emil menghadiri acara sahur bersama warga Teluk Prigi didampingi Ketua Tim Kampanye Khofifah-Emil Kabupaten Trenggalek, Mugianto, kader Parpol pengusung serta relawan. Kegembiraan warga pun terpancar melihat kehadiran Cawagub pasangan Cagub Khofifah Indar Parawansa tersebut.

“Spesial sekali bisa sahur bareng di Prigi. Selain karena di Trenggalek, Prigi merupakan tempat yang spesial, ada cita-cita besar yang kita rencanakan di sini,” ungkap Emil.

Diceritakan Emil, dirinya tidak mengira bakal diusung menjadi Cawagub karena banyak tokoh besar di Jatim. Maju di Pilgub Jatim, tandasnya, bukan diniatkan untuk meninggalkan Trenggalek, justru ingin mengambil amanah yang lebih besar, di antaranya untuk membangun kabupaten ini lewat jalur provinsi.

• Baca: Dipimpin Yusril, PBB Serahkan Dukungan untuk Khofifah-Emil

“Jika diberikan amanah menjadi wakil gubernur Jatim, tentunya masih banyak yang bisa kita perjuangkan untuk Trenggalek,” katanya.

Emil menambahkan, “Sebagian besar wilayah di pesisir selatan ini adalah wilayah hutan, dan kewenangan pengelolaan hutan ini ada di pemerintah provinsi.”

Begitu pula dengan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK yang telah diambil alih provinsi, “Sehingga mengambil amanah tersebut (menjadi Cawagub) juga diikhtiarkan untuk terus mengawal kepentingan masyarakat Trenggalek,” jelasnya.