Bos Kampung Cokelat Puji Konsep Emil Majukan Daerah

KAMPUNG COKELAT: Pengunjung foto bersama Cawagub Emil Dardak di Kampung Cokelat Blitar, Sabtu (2/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KAMPUNG COKELAT: Pengunjung foto bersama Cawagub Emil Dardak di Kampung Cokelat Blitar, Sabtu (2/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

BLITAR, Barometerjatim.com – Meski baru kenal, Owner Kampung Cokelat Blitar, Cholid Mustofa memuji konsep pembangunan dalam memajukan Jawa Timur yang dipaparkan Cawagub Jatim, Emil Elestianto Dardak.

“Sangat luar biasa! Terus terang saya baru saja kenal dengan Mas Emil, tenyata memang benar cerita orang kalau beliau ini pandai, sopan dan santun,” kata Cholid saat menyambut Emil dalam silaturahim dengan ribuan jamaah pengajian di Kampung Cokelat, Sabtu (2/6).

“Mas Emil masih muda dan cerdas, pidatonya lugas, beliau ini menggambarkan sosok yang visioner. Saya menganggap sosok seperti Mas Emil sangat dibutuhkan di era sekarang ini,” tambah pengusaha sukses itu.

• Baca: Pengusaha Jombang: Khofifah-Emil Klop Pimpin Jatim

Sebelumnya, Emil memaparkan satu persatu gagasan kerja bersama yang dicetusnya menjadi kenyataan. Di antaranya membuka jalur tol laut berupa pelayaran perintis nusantara sudah diresmikan pemerintah, 9 Mei 2018.

Program yang dirintis Emil dan didukung tujuh kepala daerah selatan Jawa mulai Jabar, Yogjakarta, Jateng dan Jatim itu sudah di-launching dengan melansir pelayaran perdana. Ini ditandai dengan melepas kapal yang mengangkut ribuan sak semen dari pelabuhan Cilacap menuju Banyuwangi dan Bali.

“Jalur pelayaran di selatan Jawa ini bukan lagi mimpi, karena pada 9 Mei 2018 lalu pelayanan perintis telah diresmikan pemerintah dan saya ikut menyaksikan peresmian jalur pelayaran perintis tersebut,” ujarnya.

Menurut pria yang juga wakil ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI) itu, sukses pelayaran perintis merupakan bukti bahwa kerja bersama dalam membangun kawasan lebih  akseleratif.

• Baca: Jelang Coblosan, Kiai Ma’shum: Insyaallah Mas Emil Wagub

“Bukan saatnya lagi kita mengandalkan ego daerah dengan bergerak sendiri-sendiri, ini saatnya kerja bersama,” tegas Emil.

Program bersama lainnya yang dicetuskan Emil dengan delapan daerah barat daya Jatim kini juga dalam proses penyelesaian. Apa itu? Jalur penerbangan sipil yang direalisasikan dengan membuka bandara di Kediri.

Awalnya Trenggalek yang mendapat jatah bandara ini. Namun karena Emil begitu menggugu konsep pembangunan kawasan dengan visi maju bersama, dia dengan senang hati memindahkan lokasi bandara ke Kediri dan terlibat aktif hingga bandara ini terealisasi.