Berpacu di Era Digital, Gerindra Jatim Launching “Kamisan”

KAMISAN PERDANA: Diskusi perdana Kamisan, Gerindra hadirkan dua kadernya politikus perempuan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HAS
KAMISAN PERDANA: Diskusi perdana Kamisan, Gerindra hadirkan dua kadernya politikus perempuan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di bawah kepemimpinan Anwar Sadad, DPD Partai Gerindra Jatim kian menggebrak. Terbaru, me-launching kegiatan rutin “Kamisan” untuk menyerap aspirasi, sekaligus memberikan solusi dan pendidikan politik di masa pandemi Covid-19.

Menurut Sadad yang juga wakil ketua DPRD Jatim, Kamisan yang disiarkan secara langsung (live) melalui channel Youtube tersebut juga bagian dari cara Gerindra Jatim dalam memanfaatkan teknologi informasi (TI).

“Orang bilang sekarang kan revolusi industri 4.0. Jadi kita optimalkan, karena hampir manusia tidak bisa dilepaskan dari sosial media atau dunia internet,” katanya saat launching, Kamis (1/7/2021) malam.

Karena itu, lanjut Sadad, setiap Kamis Gerindra Jatim menyelenggarakan diskusi secara rutin. Membahas tema-tema yang aktual dan diharapkan ada feed back, baik dari narasumber yang diundang atau masyarakat yang mengikuti Kamisan.

“Sehingga yang kita lakukan ini, bisa menjadi solusi bagi masalah-masalah yang sedang terjadi,” ucap politikus keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad tersebut.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang tidak bisa secara in touch berhubungan dengan masyarakat, maka mau tidak mau mesti mengefektifkan ruang dan sarana yang serba digital dalam bentuk diskusi virtual atau online.

“Yang paling penting kan esensinya, bahwa kita semua ini terhubung, tidak terputus oleh pandemi Covid-19. Kita juga tetap menjalankannya secara offline di sini (kantor DPD Partai Gerindra Jatim) dengan prokes, tidak asal,” tuturnya.

Dalam diskusi perdana Kamisan, Gerindra menghadirkan dua narasumber yakni Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi dan Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Saidah.

“Kita ini punya 204 anggota DPRD di tingkat Jatim dan kabupaten/kota plus 11 orang anggota DPR RI. Mereka ini orang-orang pilihan yang sudah melewati proses politik, terseleksi,” kata Sadad.

“Sehingga bisa mendapatkan kepercayaan publik Jatim, dan mereka yang paling tahu kondisi riil problematika yang sedang terjadi di masyarakat,” tandasnya.

Sedangkan terkait tema Politikus Perempuan dalam Pusaran Budaya Patriarki, kata Sadad, jika selama ini politik diidentikkan dengan dunia laki-laki yang keras, ternyata politikus perempuan Gerindra mampu menunjukan eksistensinya.

Dia mencontohkan kedua narasumber yang juga kadernya tersebut. Nur Saidah tercatat dua kali menjadi wakil ketua DPRD Kabupaten Gresik dan tiga kali sebagai legislator.

Lalu Sally dua kali menjadi legislator dan saat sebagai Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kabupaten Bojonegoro. Selin itu, Sally juga merupakan manajer klub sepak bola Persibo.

Digembleng di Hambalang

KADER TANGGUH: (Dari kiri) Nur Saidah, Anwar Sadad, dan Sally Atyasasmi. Gerindra ramah bagi perempuan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KADER TANGGUH: (Dari kiri) Nur Saidah, Anwar Sadad, dan Sally Atyasasmi. Gerindra ramah bagi perempuan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara itu Nur Saidah menuturkan, bagi perempuan terjun di dunia politik memang tidak mudah, apalagi dirinya sampai bisa tiga kali menjadi anggota DPRD dan dua kali duduk di kursi pimpinan sebagai wakil ketua.

“Kebanyakan kalau perempuan itu dipinggirkan, tapi ternyata tidak. Bisa lihat sendiri di Gerindra, tidak ada diskriminasi. Bahkan ketua fraksi Gerindra di DPRD kabupaten/kota banyak yang dari perempuan,” tuturnya.

Hal itu, lanjut Nur Saida, menunjukkan kalau Gerindra memandang berdasarkan kapabilitas, intelektual, dan kemampuan kader. Sesuai dengan apa yang dijadikan prinsip partai untuk mencari kader terbaik.

“Di Gerindra untuk menjadi kader tulen, itu kan perlu dididik, didiklat, di Hambalang (kediaman Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Parabowo Subianto)” katanya.

“Kalau kita yang sudah lama-lama ini  sudah tiga kali didiklat. Jadi pendidikan kader politk di sana, di Hambalang, itu dilatih luar biasa. Bisa Mengubah mental kita yang dulu berpolitik sekadar bekerja, ternyata tidak. Pak Prabowo berhasil menjadikan kita kader tulen,” paparnya.

Sally menambahkan, harus diakui partai politik memang belum ramah terhadap perempuan dan Gerindra akan menjadi pioner, tempat belajar bareng untuk kaum perempuan.

“Di sini bukan tempat orang yang sudah profesional semua, tapi juga tempat belajar bareng-bareng untuk meramahkan politik terhadap isu-isu perempuan,” ujarnya.

Selebihnya, Sally merasa spesial karena bisa tampil di edisi perdana channel Youtube DPD Partai Gerindra Jatim. “Jauh-jauh dari Bojonegoro, jadi saya bolehlah berbagga hati,” katanya sembari tersenyum.

Dia juga menyebut, politik hari ini adalah siapa yang menguasai media sosial, maka akan menjadi politisi atau partai politik masa depan.

“Apalagi pandemi membuat tak bisa lagi mobilisasi massa, mendatangkan ribuan orang di lapangan. Tapi hari ini Gerindra Jatim tetap berkontribusi dalam memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat melalui platform media sosial,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Gerindra Jatim