Belajar dari Australia, Khofifah: Jatim Butuh Sentra Indukan Sapi

PASAR SAPI TUBAN: Cagub mendapat dukungan dari pedagang sapi saat mengunjungi Pasar Sapi di Tuban, Minggu (27/5). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
PASAR SAPI TUBAN: Cagub Khofifah mendapat dukungan dari pedagang sapi saat mengunjungi Pasar Sapi di Tuban, Minggu (27/5). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

TUBAN, Barometerjatim.com – Beragam ide cemerlang terkait kesejahteraan masyarakat Jatim kembali dilontarkan Khofifah Indar Parawansa. Setelah menggagas pabrik pengolahan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendang Biru, Malang, kali ini Cagub nomor urut satu itu akan menyiapkan sentra indukan sapi di Jatim.

Hal itu dilontarkan Khofifah saat melakukan navigasi program ke Pasar Hewan Tuban, Minggu (27/5), sekaligus menjawab keluhan pedagang terkait harga murah sapi lokal. “Harga sapi saat ini murah Bu, stop daging impor,” ungkap Darwan, salah seorang pedagang sapi.

Menurut Khofifah, perlu adanya pemetaan yang jelas terkait sentral peternak sapi yang ada di Jatim yang dilakukan dinas terkait di setiap wilayah kabupaten/kota agar terus meng-up date data termasuk populasi sapi yang ada.

• Baca: Khofifah Gagas Pabrik Pengolahan Ikan di Sendang Biru

“Di pasar sapi ini, kita melihat yang dijual banyak yang besar dan siap potong, tetapi yang terjadi masih ada sapi betina yang dipotong. Maka dari itu perlu adanya pemetaan kembali, kalau bisa jangan sampai ada sapi betina yang dipotong,” papar Khofifah.

Apalagi larangan pemotongan sapi betina produktif telah diatur dalam Pasal 18 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Beleid tersebut menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif, atau ternak ruminansia besar betina produktif.

• Baca: Bersih dari Korupsi, Ribuan Buruh Tjiwi Kimia Pilih Khofifah

Kemudian dalam pasal 86, diatur sanksi pidana kurungan bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif paling singkat satu tahun dan paling lama tiga tahun, serta denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

Karena itu, kata Khofifah, sudah saatnya di Indonesia — khususnya Jawa Timur — mempunyai sentra indukan sapi yang disiapkan secara khusus seperti di Australia.

“Saya pernah ke beberapa titik di Australia. Di sana punya beberapa tempat dimana indukan sapi disiapkan secara khusus,” katanya.

• Baca: Puji Aksi JKP Kediri, Khofifah juga Programkan ‘Rutilahu’

Sentra indukan sapi, menurut Khofifah, dinilai sangat penting untuk meningkatkan produktivitas ternak sehingga menghasilkan kualitas bibit yang bagus. Namun perlu sokongan dari pemerintah karena membutuhkan lahan yang luas.

“Banyak lahan-lahan yang bisa membuat sapi merumput secara alami. Tentunya di daerah-daerah yang agak lebih tinggi datarannya. Daerah Malang, misalnya, Blitar juga sangat bagus.”

Sumbang 1.282 Juta Ekor

SIAPKAN SENTRA INDUKAN: Cagub Khofifah saat menunjungi Pasar Sapi Tuban, Minggu (27/5). Gagas sentra indukan sapi di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
SIAPKAN SENTRA INDUKAN: Cagub Khofifah saat mengunjungi Pasar Sapi Tuban, Minggu (27/5). Gagas sentra indukan sapi di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

Mantan Menteri Sosial itu menambahkan, saat ini Jatim telah menyumbang 28 persen atau sebanyak 1.282 juta ekor untuk kebutuhan daging sapi nasional dengan produksi daging mencapai 93.291 ton atau sekitar 22 persen kontribusi nasional.

Karena itu, upaya meningkatkan produksi indukan sapi di daerah yang telah menjadi sentra pengembangan sapi nasional perlu dilakukan.

• Baca: Perkuat Mataraman, Khofifah-Relawan Konsolidasi di Ngawi

“Kalau ada tempat indukan sapi secara khusus bisa disiapkan oleh pemerintah, nanti bisa melahirkan bibit-bibit sapi bagus dan terjamin kualitasnya,” ucapnya.

Kehadiran Khofifah di Pasar Sapi Tuban disambut meriah pedagang dengan yel-yel coblos nomor satu. Tidak sedikit dari mereka saling berebut salaman dan foto bersama. “Coblosan nomor satu, Khofifah-Emil,” teriak sejumlah pedagang sapi.