Baru 8,36%! Wapres Pertanyakan Vaksinasi di Jatim Masih Rendah

SOROTI JATIM: Wapres, Ma'ruf Amin pertanyakan vaksinasi di Jatim baru 8,56% dari target 31,8 juta. | Foto: Akun Youtube Wapres RI
SOROTI JATIM: Wapres, Ma’ruf Amin pertanyakan vaksinasi di Jatim baru 8,56% dari target 31,8 juta. | Foto: Akun Youtube Wapres RI

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin mempertanyakan vaksinasi di Jawa Timur yang masih rendah. Catat baik-baik: Baru 8,36 persen dari target sasaran 31,8 juta jiwa!

Hal itu disampaikan Ma’ruf saat memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, wakil kota/bupati, dan Satgas Covid-19 terkait perkembangan penanganan Corona dan perpanjangan PPKM Darurat di Jatim, Rabu (21/7/2021).

Rakor secara virtual tersebut juga dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito.

“Dari sasaran vaksinasi sebesar 31,8  (juta) orang, sampai sekarang kalau tidak salah baru tercapai 8,36 persen. Apakah hambatan yang masih dihadapi oleh Jatim?” kata Wapres yang mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Karena itu, Ma’ruf minta Khofifah betul-betul memperkuat soal koordinasi dan konsolidaasi data agar pelaksanaan vaksinasi di Jatim berjalan sesuai dengan target sasaran.

“Jangan sampai, misalnya gubernur tidak tahu ada berapa vaksin yang masuk, kemudian kekurangan atau kelebihan, atau distrribusinya seperti apa,” tegas Ma’ruf.

“Juga koordinasi tentang berbagai masalah BOR (Bed Occupancy Rate), masalah oksigen di semua kabupaten, sehingga bisa dilakukan antisipasi secara lebih cepat,” sambungnya.

Selain itu, jika ada masalah terkait penanganan Covid-19 di Jatim, Ma’ruf minta Khofifah untuk berkoordinasi langsung dengan Menkes, Mendagri, maupun Satgas Nasional Penanganan Covid-19.

“Jangan sampai, misalnya gubernur tidak tahu ada berapa vaksin yang masuk, kemudian kekurangan atau kelebihan, atau distribusinya seperti apa.”

“Yang kedua itu, mohon perhatian tadi yang disampaikan Mendagri, banyak yang masih rendah penyerapan anggaran untuk penanganan Covid-19. Karena itu saya minta ini betul-betul dipacu,” tandasnya.

Menanggapi pernyataan Wapres, Khofifah menyampaikan kalau dipotret dari stok yang di Jatim pasti jumlahnya besar.

“Tapi jumlah yang besar itu kalau kemudian sudah dikerucutkan, berapa banyak yang ada di Dinkes masing-masing kabupaten/kota seperti yang tadi disampaikan para wali kota/bupati,” katanya.

Gubernur yang Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut juga menyampaikan terima kasih, karena Jatim mendapat tambahan kiriman 220.000 dosis vaksin.

“Ini memang yang sudah masuk pada dosis kedua, rata-rata bupati/wali kota minta ini urgen, urgen, urgen, seperti itu,” katanya.

“Memang, izin Pak Wapres, perlu ada sosialisasi kembali sesuai arahan Pak Presiden bahwa jangan menunggu dosis kedua, habiskan, habiskan,” imbuhnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menimpali, Rabu (21/7/2021) malam atau subuh pemerintah juga akan mengirim 506.500 dosis vaksin AstraZeneca ke Jatim. Sebelumnya, Senin (19/7/2021), pemerintah sudah mengirimkan 435.000 vaksin Sinopharm ke Jatim.

”Mudah-mudahan nanti sekitar 1 juta dosis yang masuk di minggu ini, bisa dibagi-bagikan ke seluruh daerah di Jatim,” terang Budi.

» Baca Berita Terkait PPKM Darurat