Bangkit dari Pandemi, KEO Gelar Signature Wedding Festival

BANGKIT DARI PANDEMI: Pembukaan Signature Wedding Festival 2021 di The Square Ballroom Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BANGKIT DARI PANDEMI: Pembukaan Signature Wedding Festival 2021 di The Square Ballroom Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sempat mati suri selama satu tahun akibat pandemi Covid-19, industri wedding kembali bangkit. Hal itu ditandai dengan pameran Signature Wedding Festival 2021 yang digelar Keeya Exhibition Organizer (KEO) di The Square Ballroom Surabaya, 2-4 April 2021.

Total ada 60 tenant dengan 100 lebih vendor mulai make up, catering, fotografi, hingga dekor, yang andil dalam acara tahunan yang sempat vakum pada 2020 tersebut.

Owner KEO, Irwan Faizal mengakui bahwa industri wedding di Jatim sempat terjun bebas di 2020. Namun pada triwulan pertama tahun ini mulai berangsur pulih.

“Melihat ada indikasi positif di industri ini, maka kami helat pameran Signature Wedding Festival,” ujar Irwan saat opening Signature Wedding Festival, Jumat (2/4/2021).

Apalagi, lanjut Irwan, meski sempat dihantam telak pukulan pandemi Covid-19, pihaknya melihatnya ada satu hikmah tersendiri.

“Karena pandemi Covid-19 membuat semua pelaku usaha di sektor wedding menjadi lebih kreatif, yang mana untuk menarik kembali minat pelanggan di sektor ini,” ujarnya.

Irwan menambahkan, fokus utama kehadiran Signature Wedding Festival yakni sebagai upaya jemput bola atas kepulihan industri wedding di Jatim.

Karena itu, pihaknya tidak berharap lebih meski sudah ada pameran. Baginya, 2021 adalah masa pemulihan industri wedding dan berharap pulih total di 2022.

Sektor Usaha Baru

LEBIH KREATIF: Irwan Faizal dan Veni Laksono, pandemi membuat pelaku usaha wedding lebih kreatif. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
LEBIH KREATIF: Irwan Faizal dan Veni Laksono, pandemi membuat pelaku usaha wedding lebih kreatif. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara itu pihak Celtic Creative, salah satu wedding organizer ternama di Jatim yang ambil bagian, menilai pameran ini menumbuhkan optimisme tersendiri. Terlebih, selama pandemi justru banyak jasa atau sektor usaha baru yang lahir dalam industri wedding.

Event Director Celtic, Veni Laksono menjelaskan, trend pernikahan model hybrid menjadi pilihan baru. Yakni perpaduan perayaan pernikahan offline dan online.

“Jika berlangsung secara hybrid, otomatis perlu orang yang ahli soal IT, berarti bisa dibilang masuknya jasa multimedia di industri wedding ada berkat adanya pandemi Covid-19,” terangnya.

Veni optimistis, industri wedding Jatim bisa pulih 100 persen meski target kepulihan totalnya di 2022. Itu karena pemerintah memperbolehkan acara pernikahan meski dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

Lagi pula, setiap wedding organizer termasuk Celtic telah mengantongi sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) dari Kementerian Pariwisata.

“Berbeda saat kedatangan pandemi pertama, yang sama sekali tidak membolehkan adanya acara pernikahan,” jelasnya.

BERANGSUR PULIH: Salah satu tenat di Signature Wedding Festival 2021. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BERANGSUR PULIH: Salah satu tenat di Signature Wedding Festival 2021, upaya bangkit dari pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Ekonomi Bisnis