Ansor Jatim ‘Tak Patuh’, Gus Abid: Bisa Dicabut Lewat LBH PP

TAK SEIRAMA LAGI: Gus Abid (kiri) Rudi Tri Wahid terlihat mulai tak seirama lagi. Ada apa? | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN/IST
TAK SEJALAN LAGI: Gus Abid (kiri) Rudi Tri Wahid tak sejalan dalam menyikapai laporan puisi Sukmawati di Polda Jatim. Ada apa? | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Perintah Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Yaqut Cholil Quomas (Gus Yakut) terkait pencabutan laporan puisi Sukmawati Soekarnoputri di Polda Jatim hingga kini tak kunjung dilakukan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jatim, Rudi Tri Wahid.

Rudi tak memungkiri ada perintah dari ketua umumnya, namun dia masih menunggu hasil koordinasi dengan para kiai di PWNU Jatim. “Prinsipnya iya (ada perintah dari ketum) tapi teknisnya masih menunggu perkembangan,” katanya saat dihubungi Senin (9/4) malam.

Perkembangan yang dimaksud, kalau dari sisi hukum dan perintah kiai memang harus ada pencabutan laporan, maka dia akan mengikuti. “Yang kita ikuti ini kan kiai,” tandasnya.

• Baca: Gus Sholah: Adzan Itu Penting, Sukmawati Tak Paham Puisinya

Sebaliknya, Sekretaris PW GP Ansor Jatim, Mohammad Abid Umar Faruq yang mendapat perintah langsung dari Gus Yakut dan sudah dikoordinasikan dengan Rudi menuturkan, soal dilaksanakan atau tidak itu hak Rudi sebagai ketua.

Namun Gus Abid — sapaan akrabnya — sudah melakukan koordinasi dengan Sekjen PP GP Ansor untuk membahasan pencabutan laporan tersebut lewat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PP GP Ansor.

“Kalau dilaporkan lewat lembaga, otomatis Ansor yang akan mencabut tanpa harus lewat LBH PW Ansor, mungkin seperti itu. Kan kita punya LBH PP Ansor. Jadi mungkin saja akan kita cabut lewat LBH PP Ansor,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/4).

Cucu KH Zainuddin Djazuli, pengasuh Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri itu menambahkan, seandainya PW Ansor Jatim mau berkoordinasi terlebih dahulu dengan PP, mungkin tidak akan sampai terjadi laporan ke Polda Jatim.

• Baca: Gus Hans: Jangan Beri Ruang Sukmawati dan Kelompoknya Berkuasa

Benar, tambahnya, bahwa PWNU memang induk organisasi Ansor di Jatim. Namun garis koordinasi Ansor Jatim tetap dengan PP. “Jadi untuk koordinasi, harusnya dengan PP GP Ansor, bukan dengan PWNU Jatim,” tandasnya.

Saat ditanya apakah langkah Ansor Jatim yang melaporkan Sukmawati karena mematuhi perintah PWNU Jatim itu keliru, “Bukan keliru! Tapi ketua umum kan bilang: Kalaupun koordinasi dengan kita, pasti kita larang. Berarti kan enggak ada koordinasi,” sergahnya.

Mengapa tidak ada koordinasi antara ketua Ansor Jatim dengan ketum Ansor? “Sampeyan bisa artikan sendiri lah. Saya tidak tahu,” katanya sambil tersenyum.

Mengapa pula ketua dan sekretaris PW Ansor Jatim sepertinya sejalan? “Ya enggak ada apa-apa lah,” ucap mantan menantu ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah itu, lagi-lagi sambil tersenyum.

Tidak Ada Persoalan

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris LBH PW Ansor Jatim, Ja’far Shodiq juga membenarkan belum ada pencabutan laporan. Dia bahkan sempat kaget saat Gus Abid ber-statement terkait pencabutan tersebut, Jumat (6/4) lalu.

“Saat beritanya naik, posisi saya di Polda sedang dimintai keterangaan terkait laporan, makanya saya kaget. Ini kok ada berita pencabutan,” katanya.

• Baca: Gerindra Jatim: Sukmawati Tak Tahu Sejarah Bangsa Sendiri

Karena itu, Ja’far menilai apa yang disampaikan Gus Abid baru sebatas wacana. “Kalau sekadar arah atau wacana ke sana, kita sempat mendiskusikan itu. Tapi kita belum dalam keputusan. Makanya kalau Gus Abid menyampaikan itu (pencabutan) konteksnya wacana saja,” paparnya.

Mengapa sekretaris sampai mendahului ketua dalam ber-statement, apakah ada persoalan di internal Ansor Jatim? “Tidak ada persoalan antara Gus Abid dan Sahabat Rudi, tidak ada, tidak ada!” tegasnya.