Minggu, 25 September 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Adi Sutarwijono: Tak Hanya Target Menang di 2024, Kursi PDIP di Surabaya Harus Tambah!

Berita Terkait

TAMBAH KURSI: Adi Sutarwijono, PDIP Surabaya target menangi Pemilu 2024 dan tamnbah kursi legislatif. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAMBAH KURSI: Adi Sutarwijono, PDIP Surabaya target menangi Pemilu 2024 dan tamnbah kursi legislatif. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

BAGI PDIP SURABAYA, target memenangi Pemilu 2024 saja tidak cukup. Lebih dari itu, harus menambah kursi legislatif di seluruh tingkatan, mulai dari DPR RI, DPRD Jatim, terutama DPRD di Kota Pahlawan.

“Apalagi kalau dimungkinkan jumlah kursi di DPRD Surabaya bertambah dari 50 menjadi 55, karena jumlah penduduk sudah mendekati angka tiga juta. Maka potensi untuk menambah kursi juga sangat tinggi,” kata Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono.

Berikut wawancara khusus Barometerjatim.com dengan politikuis yang juga Ketua DPRD Surabaya tersebut, Selasa (29/3/2022), terkait target tambahan kursi dan kerja-kerja politik PDIP dalam menyongsong Pemilu 2024.

Bagaimana kesiapan PDIP Surabaya dalam menyongsong Pemilu 2024?
Hari-hari ini kita lagi menuntaskan rapat di tingkat kecamatan yang dihadiri pengurus DPD PDIP Jatim, kemudian DPC Surabaya, pengurus di tingkat kecamatan, kelurahan, dan RW.
Kita ingin merapikan barisan, menyatukan kekuatan PDIP di Surabaya.

Kita ingin membuat langkah yang serempak, bahwa di Surabaya ini tidak saja harus diupayakan menang, tapi kursinya juga harus bertambah terutama di DPRD Surabaya, lalu DPRD Jatim, dan DPR RI. Selain itu, menang juga di Pilpres serta Pilkada. Spirit itu yang kemudian disampaikan kepada kawan-kawan sekalian.

Pemilu 2024 adalah Pemilu yang menguras tenaga, sehingga seluruh kekuatan harus bekerja secara total. Pilpres dan Pileg 14 Februari 2024, berikutnya di bulan November Pilkada serentak. Ini kan satu hal yang harus dikerjakan secara menyeluruh.

Lantas, apa strategi PDIP dalam menghadapi Pemilu yang berat tersebut?
Pertama, kita mempersiapkan barisan itu dan otomatis barisan PDIP Surabaya harus solid, harus satu bahasa, harus satu pikiran, harus satu tindakan.

Kemudian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Pak Eri Cahyadi dan Pak Armuji (sebagai kader PDIP) beberapa kali juga ikut turun dalam rapat di tingkat kecamatan. Kami mengemasnya dalam Rapat Koordinasi Anak Cabang (Rakorancab). Ini sudah titik yang ke-29 sejak kami melaksanakan pada Februari.

Kedua, wali kota dan wakil wali kota Surabaya juga menyampaikan tolong program-program Pemkot Surabaya dikawal sampai tingkat masyarakat, sehingga masyarakat tahu bahwa pemerintahan yang dipimpin PDIP di Surabaya inilah yang bekerja melanjutkan kebaikan-kebaikan di masa pemerintahan sebelumnya. Ada Mas Bambang DH dan era Bu Risma (Tri Rismaharani).

Berapa target tambahan kursi PDIP di DPRD Surabaya?
Kami yakin bertambah, kalkulasinya masih kita hitung terus, apalagi kalau dimungkinkan jumlah kursi di DPRD Surabaya bertambah dari 50 menjadi 55 karena jumlah penduduk sudah mendekati angka tiga juta. Maka potensi untuk menambah kursi juga sangat tinggi. Saat ini ada lima Dapil dan PDIP rata-rata mendapat tiga kursi di setiap Dapil.

Angka penambahan dari 15 kursi menjadi berapa?
Enggak usah disebutlah, yang pasti potensi menambah kursi itu sangat tinggi. Tapi resep paling mendasar dari PDIP, pertama kita menjaga kesolidan. Kesolidan itu berulang-ulang disampaikan oleh Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati Soekarnoputri adalah setengah dari kemenangan. Setengahnya lagi harus ditunjukkan dengan kerja-kerja yang konkret di masyarakat.

Maka, seluruh aspirasi masyarakat harus didengarkan dan harus diperjuangkan oleh kader-kader PDIP di Surabaya ini. Mulai pembangunan fisik, nonfisik dan lain sebagainya, sehingga PDIP hadir pada saat masyarakat mengalami kesulitan. Rakyat pasti ingat apa yang dikerjakan oleh PDIP.

SEMANGAT KADER: Adi Sutarwijono, bakar semangat kader PDIP Surabaya saat Rakorancab Tenggilis Mejoyo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SEMANGAT KADER: Adi Sutarwijono, bakar semangat kader PDIP Surabaya saat Rakorancab Tenggilis Mejoyo. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Baik. Hasil survei PDIP mendapat banyak dukungan dari kalangan ‘hijau’, apakah mereka ini termasuk yang digarap untuk menambah kursi di 2024?
Kami menerapkan pola penguasaan wilayah, teritorial, RW, kelurahan, kecamatan. Makanya di setiap RW harus dibentuk anak ranting PDIP. Kemudian penguasaan pada basis komunitas untuk lebih spesifik dalam penanganan pemilih. Segmen pemilih kaum perempuan dan anak-anak muda harus direngkuh dan diraih PDIP.

Kita pesankan agar anak-anak muda dipasang dalam kepengurusan di tingkat anak ranting, ranting, PAC, juga perempuannya. Makanya saat Musancab PDIP se-Surabaya pada 28 November 2021, ada kewajiban untuk memasang pengurus yang menguasai IT sehingga bisa mengoperasikan teknologi untuk berbagai kepentingan organisasi.

Di level DPC, ada berapa anak muda yang masuk kepengurusan?
Sudah banyak anak muda yang masuk PDIP. Kami membentuk Taruna Merah Putih, Repdem, nanti akan membentuk Banteng Muda Indonesia. Itu kan organisasi, wadah-wadah di bawah naungan PDIP yang berisikan para milenial, anak-anak muda dan sebagainya. Kita juga sudah mulai menyusun saksi untuk Pemilu 2024.

Yang pasti, semakin banyak berbuat, semakin banyak bertindak di masyarakat, pasti ada efek berikutnya. Kita tidak menginginkan kader PDIP hanya berpangku tangan ketika masyarakat menghadapi kesulitan, tapi PDIP harus hadir dan memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

Itu artinya kerja-kerja politik sudah gencar dilakukan PDIP Surabaya untuk memenangi Pileg, Pilres dan Pilkada di 2024?
Oh, iya. Kami ini rapat maraton (Rakorancab) di setiap kecamatan, tergetnya sebelum Ramadhan itu sudah selesai.

» Baca berita terkait PDIP. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -