564 Ribu Rumah Warga di Jatim Belum Teraliri Listrik

Khofifah beri bantuan instalasi dan sambungan listrik di Bojonegoro. | Foto: Barometerjatim.com/marjan ap
Khofifah beri bantuan instalasi dan sambungan listrik di Bojonegoro. | Foto: Barometerjatim.com/marjan ap

BOJONEGORO, Barometerjatim.com – Listrik menjadi salah satu kebutuhan utama dalam rumah tangga. Namun hingga kini, masih ada sekitar 564 ribu rumah warga yang belum terelektrifikasi alias teraliri listrik.

Solusinya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berharap perusahaan BUMN membantu untuk wujudkan peningkatan rasio elektrifikasi di Jatim lewat Corporate Social Responsibility (CSR).

Hal ini penting, kata Khofifah, karena sesuai dengan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Pemprov Jatim menargetkan pada 2020 rasio elektrifikasi bisa mencapai 98 persen, dan pada 2021 semua sudah terelektrifikasi.

“Mewujudkan rasio elektrifikasi hingga 98 persen, jika hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup. Karenanya bantuan CSR BUMN diperlukan sebagai langkah percepatan,” terangnya saat Penyerahan Bantuan Listrik, Instalasi Rumah dan Sambungan Rumah Tangga Miskin di Desa Pesen, Kanor, Bojonegoro, Jumat (24/5/2019).

Khofifah menjelaskan, pemberian bantuan listrik merupakan wujud strong partnership antara Pemda dan BUMN. Apalagi di Jatim masih ada sekitar 564 ribu yang belum terelektrifikasi. Khusus di Bojonegoro tercatat sekitar 28 ribu rumah yang belum terelektrifikasi.

“Saya harap PLN bisa membangun partnership dengan berbagai sektor usaha di Bojonegoro, untuk bergandengan tangan wujudkan elektrifikasi di wilayah Bojonegoro. Khususnya bagi keluarga miskin atau tidak mampu,” urai Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menambahkan, keberadaan listrik sangat diperlukan oleh masyarakat, salah satunya sebagai penyemangat anak-anak untuk belajar. Selain itu, bagi umat Islam di bulan Ramadhan seperti sekarang ini bisa tadarus hingga dini hari karena listriknya sudah menyala.

“Jika listriknya ditambah daya maka panjenengan (anda) bisa membuat usaha, misalnya bikin kue dengan oven, membuat es batu, atau usaha lainnya,” ujarnya.

Bantuan Rp 1,6 Miliar

Sementara Kepala Dinas ESDM Jatim,  Setiajit mengatakan, saat ini rasio elektrifikasi di Jatim mencapai 95,84 persen. Untuk meningkatkan rasio tersebut, pihaknya terus mengajak BUMN khususnya PLN Distribusi Jatim untuk membantu RTM (Rumah Tangga Miskin).

Pemprov Jatim, lanjutnya, juga telah memberikan bantuan antara lain, pemasangan pemanfaatan jaringan instalasi listrik berupa instalasi rumah dan sambungan rumah.

Pada 2019 ini, tutur Setiajit, dialokasikan Rp 1,6 miliar untuk 960 Kepala Keluarga (KK), dengan daya listrik yang diberikan sebesar 450 watt setiap KK  dan pulsa token Rp 303 ribu.

“Dengan kondisi tiga lampu dan satu stop kontak, maka diasumsikan token tersebut bisa sampai dengan lima bulan,” terangnya.•

PEMASANGAN LISTRIK DI JATIM
• Rasio Saat Ini: 95,84 persen
• Target 2020: 98 persen
• Target 2021: Eelektrifikasi tuntas
• Pemenuhan Target: Gandeng BUMN Lewat CSR

BANTUAN UNTUK WARGA MISKIN
• Instalasi rumah dan sambungan rumah.
• Alokasi Anggaran Rp 1,6 miliar untuk 960 KK di 2019.
• Dengan daya listrik yang diberikan 450 watt setiap KK.
• Pulsa token Rp 303 ribu dengan asumsi sampai 5 bulan.

BANTUAN ELEKTRIFIKASI 5 KABUPATEN
• Bojonegoro 95 KK
• Situbondo 320 KK
• Bondowoso 150 KK
• Trenggalek 200 KK
• Pacitan 200 KK

INSTALASI DAN SAMBUNGAN RUMAH
• Wilayah Madura 107.518 KK (Dilakukan gabungan BUMN, BUMD maupun swasta yang dikoordinasi oleh PLN dan Dinas ESDM Jatim).

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim