Yenny Wahid Ajak Warga NU Rukun dalam Berpolitik

PERINGATAN ISRA' MI'RAJ: Yenny Wahid menghadiri Peringatan Isra' Mi'raj dan Istighotsah Kubro di Ponpes Tarbiyatut Tholabah (Tabah) Kranji, Paciran, Lamongan. | Foto: IBA ILYAS
PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ: Yenny Wahid menghadiri Peringatan Isra’ Mi’raj dan Istighotsah Kubro di Ponpes Tarbiyatut Tholabah (Tabah) Kranji, Paciran, Lamongan. | Foto: IBA ILYAS

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zanubah Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid mengajak masyarakat — khususnya warga Nahdaltul Ulama (NU) — agar rukun dalam berpolitik. Terlebih dalam suasana Pilkada, termasuk Pilgub Jatim 2018.

Baginya, sudah tidak ‘zamannya’ lagi ribut-ribut terkait pilihan di Pilkada. Apalagi masih ada yang mempermasalahkan gender kepemimpinan, karena perbedaan politik sesungguhnya adalah fitrah.

“Sudahlah kita tidak usah lagi membahas isu gender. Biarkan masyarakat berkreasi dan berpikir lebih cerdas,” katanya saat menghadiri Peringatan Isra’ Mi’raj dan Istighotsah Kubro dalam rangka Harlah tiga Banom Nahdlatul Ulama (NU): Muslimat NU (ke-72), Fatayat NU (ke-68) serta IPPNU (ke-63) di Ponpes Tarbiyatut Tholabah (Tabah) Kranji, Paciran, Lamongan, Sabtu (14/4).

• Baca: Warga NU Tak Pilih Khofifah-Emil, Patut Disoal Ke-NU-annya

“Sekali lagi, perbedaan politik adalah fitrah di masyarakat, sehingga kita bisa membandingkan mana yang layak untuk kita pilih menjadi pemimpin dan bisa menjadikan lebih maju,” tambah tokoh perempuan yang juga Ketua V PP Muslimat NU tersebut.

Mendengar pidato Yenny Wahid, sekitar 2.000 hadirin yang memadati Aula Ponpes memberi aplaus panjang. Selain Yenny, hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PC Muslimat NU Kota Malang, Nyai Hj Mutammimah Hasyim Muzadi; putri KH Wahab Chasbullah, Nyai Hj Machfudhoh; serta mantan Kakanwil Kemenag Jatim, KH Roziqi.

Khofifah yang juga diundang tidak bisa hadir karena pada saat bersamaan mengisi acara Isra’ Mi’raj di Kabupaten Sampang, Madura. Kehadirannya diwakili Kiai Roziqi yang juga Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018.

• Baca: Muslimat NU Loyal ke Khofifah, Ansor Mulai Jauh dari Gus Ipul

“Bu Khofifah menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir, karena karena pada saat yang sama beliau sedang mengisi acara Isra’ Mi’raj di Sampang,” katanya.

Sementara Nyai Mutammimah bercerita tentang perjalanan Kiai Hasyim Muzadi dan Khofifah dalam memperjuangkan NU, khususnya di Jatim. “Apabila NU hebat, maka Jatim hebat. Apabila NU rusak, maka Jawa Timur rusak,” tandasnya.

Nyai Machfudhoh yang sedianya dijadwalkan memberikan taushiyah, batal naik panggung lantaran terlambat datang. Perempuan yang juga Dewan Penasihat PP Muslimat NU itu hanya memberikan motivasi kepada panitia, serta bersilaturahim ke keluarga ndalem Ponpes Tabah.

Meriah Sejak Pagi

Meskipun cuaca sempat hujan, hal itu tidak menyurutkan semangat hadirin untuk mengikuti acara hingga selesai. Tim paduan suara dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Paciran memberikan semangat dengan menyanyikan lagu Syubbanul Wathon karya Mbah Wahab.

Acara tersebut semakin meriah dengan gelaran pameran home industry serta bazar dari seluruh ranting Fatayat NU se-Kecamatan Paciran yang digelar sejak pagi.

Banyak produk lokal yang dipamerkan. Banyak pula para tamu undangan yang membeli hasil karya warga NU, termasuk Yenny yang mendapat bantal di stand bazar Fatayat NU ranting Banjaranyar serta membeli lima potong kain batik sendang. iba ilyas