Muslimat NU Loyal ke Khofifah, Ansor Mulai Jauh dari Gus Ipul

MUSLIMAT NU VERSUS GUS IPUL: Muslimat NU solid dan loyal bersama Khofifah (foto kiri), sementara GP Ansor mulai jauh dari Gus Ipul. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN/IST
MUSLIMAT NU VERSUS GUS IPUL: Muslimat NU solid dan loyal bersama Khofifah (foto kiri), sementara GP Ansor mulai jauh dari Gus Ipul. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dua kader Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan ‘habis-habisan’ berebut suara Nahdliyin untuk memenangi Pilgub Jatim 2018. Terutama lewat sokongan banom (badan otonom) Muslimat NU dan GP Ansor.

Namun Pengamat Politik asal Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, Ahmad Hasan Ubaid menilai Muslimat NU bakal menjadi ‘kendaraan’ lebih kuat untuk mengantarkan Khofifah yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak dalam memenangi Pilgub Jatim 2018.

“Kalau saya lihat, institusi yang melekat pada Bu Khofifah, Muslimat NU, ini bisa menjadi kendaraan yang kuat di Pilgub Jatim. Dari tiga edisi Pilgub dukungan Muslimat NU pada Bu Khofifah kan solid,” ujar Hasan saat dihubungi, Kamis (29/3).

• Baca: Muslimat NU Blitar Siap ‘Sapu Bersih’ Basis Suara PDIP-PKB

Lewat loyalitas dan soliditas Muslimat NU, Hasan menegaskan, secara institusi Khofifah-Emil memiliki peluang untuk menang. Sebaliknya, Gus Ipul sulit berharap banyak dari loyalitas dan soliditas GP Ansor karena statusnya mantan ketua umum. Ansor mulai ‘jauh’ karena Gus Ipul bukan ketua umum aktif.

“Kalau dilihat dari peta institusi, secara institusional Bu Khofifah lebih besar, apalagi Gus Ipul tak lagi menjabat ketua umum Ansor,” tandasnya.

Karena itu, lanjut Hasan, saat ini Muslimat NU harus bisa meraup simpati warga NU secara keseluruhan (Nahdliyin) untuk memenangkan Khofifah-Emil. Lagi pula sosok Khofifah sangat melekat dengan jamiyah yang memiliki anggota sekitar tujuh juta di Jatim tersebut, dan itu bisa menjadi keuntungan tersendiri.

“Tinggal sekarang bagaimana soliditasnya, bagaimana Muslimat NU dibawa Bu Khofifah, kan sekarang (Bu Khofifah) masih menjadi ketua umum. Sedangkan Gus Ipul bisa dipertanyakan karena sudah tidak di GP Ansor,” pungkasnya.