Ujaran “Idiot” Ahmad Dhani Berujung Laporan ke Polda Jatim

DILAPORKAN KE POLDA: Ahmad Dhani dilaporkan ke Polda Jatim gara-gara menyebut pendemonya di Hotel Majapahit dengan kata idiot. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
DILAPORKAN KE POLDA: Ahmad Dhani dilaporkan ke Polda Jatim gara-gara menyebut pendemonya di Hotel Majapahit dengan kata idiot. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kisruh dan suhu panas aksi #2019GantiPresiden di Surabaya memang berakhir. Namun kata “idiot” yang diujarkan Ahmad Dhani dalam video saat ngevlog di lobi Hotel Majapahit, Surabaya, Minggu (26/8) lalu, berbuntut laporan ke Polda Jatim.

Dhani, musisi kondang yang juga bakal Caleg DPR RI dari Partai Gerindra itu, dilaporkan elemen Koalisi Bela NKRI atas dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik.

Dihubungi wartawan, Jumat (31/8) malam, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan laporan tersebut. “Ya kata-kata idiot itu yang dilaporkan oleh sekelompok eleman masyarakat, yang mana kata idiot itu menyinggung mereka,” katanya.

• Baca: Bakal Dipolisikan, Pelaku Ujaran Banser Idiot Minta Maaf

Menurut Barung, kata idiot yang diucapkan Dhani untuk para pendemonya, bisa masuk kategori tidak pidana dan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Ya itu kata-kata itu, sehingga memang, polisi, siapapun yang melaporkan itu, apalagi ini (ada dugaan) sudah masuk tidak pidana,” katanya.

“Tindak pidana namanya penistaan, tindak pidana yang namanya pencemaran nama baik, tindak pidana yang namanaya perbuatan tidak menyenangkan. Ini akan kita tindaklanjuti,” sambungnya.

• Baca: Ketegangan Selesai! Banser-FPI Sepakat #JogoSuroboyo

Sebelumnya, Kamis (30/8), Koalisi Bela NKRI melaporkan Dhani ke Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim karena tidak terima dengan ujaran “idiot” Dhani.

Menurut Ketua Koalisi Bela NKRI, Edi Firmanto, laporan dilakukan karena Dhani tak kunjung mencabut ucapannya dan meminta maaf. “Ya (Ahmad Dhani) harus kami laporkan,” katanya.

Apalagi usai deklarasi akbar #2019GantiPresiden batal digelar, pihaknya sudah berupaya menemui Dhani yang pindah dari Hotel Majapahit ke RM Prima Rasa di Jalan A Yani, hingga pindah lagi di Resto Hotel Elmi.

• Baca: La Nyalla Imbau Setop Ujaran Idiot, Kampret dan Cebong

“Tapi tidak ada iktikad baik dari Dhani, padahal kami minta baik-baik,” kata mantan aktivis 98 yang akrab disapa Edi Frente itu.

Dalam video tersebut, Dhani menyebut massa yang mendemonya di luar Hotel Majapahit dengan kata “idiot”. Sementara seorang pria berambut gondrong bernama Ferry Irawan, mantan anggota Front Pembela Islam (FPI) menimpali dengan kata-kata “Banser idiot”.

Tapi Ferry sudah meminta maaf melalui unggahan videonya. Persoalan Ferry dengan Banser pun selesai. Selain itu, Rabu (29/8), GP Ansor Surabaya dan FPI sepakat berdamai lewat pertemuan di Mapolrestabes Surabaya yang dimediasi Kapolrestabes Kombes Pol Rudi Setiawan, serta disaksikan Wali Kota Tri Rismaharini.