Tragis! Guru SMA di Sampang Tewas di Tangan Muridnya

TEWAS DI TANGAN MURID: Guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Ahmad Budi Cahyono tewas usai dianiaya muridnya. | Foto: Ist
TEWAS DI TANGAN MURID: Guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Ahmad Budi Cahyono tewas usai dianiaya muridnya. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Nasib tragis menimpa Ahmad Budi Cahyono. Guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Madura itu tewas usai dianiaya muridnya, Kamis (1/1) malam. Ahmad menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 21.40 di RSUD dr Soetomo Surabaya akibat mengalami mati batang otak.

Menurut keterangan keluarga, Budi dirujuk ke RSUD dr Soetomo setelah dianiaya muridnya, MH, siswa kelas XI SMAN 1 Torjun, siang harinya. Guru seni rupa itu sempat dirawat di RS Sampang setelah mentah-muntah dan tak sadarkan diri. Namun kerena kondisi luka yang cukup parah akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo.

Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Torjun melalui Sat Intelkam Polres Sampang, penganiayaan bermula saat korban tengah mengajar materi seni lukis mata pelajaran seni rupa di kelas IX. Seluruh siswa tengah sibuk membuat karya sebagaimana instruksi Budi.

• Baca: Di Madura, Presiden Serahkan 5.100 Sertifikat Tanah

Namun, di tengah pelajaran berlangsung, MH justru berbuat onar. Dia berbicara dan menganggu pekerjaan siswa lain dengan mencoret-coret hasil lukisan. “Melihat situasi itu, Pak Budi menegur MH, tetapi dia malah menjadi. Hasil lukisan teman-temannya dirusak,” katanya.

Budi lantas mengampiri MH dan memberinya ‘pelajaran’ dengan mencoretkan pipi dengan kuas. Rupanya kondisi ini membuat MH naik pitam. Dengan membabi buta dia lantas memukul Budi hingga tersungkur. Beruntung aksi anarkistis itu dilerai siswa lainnya.

“Saat itu juga, Pak Budi mengeluh sakit. Akhirnya saya minta istirahat dan pulang. Tak berselang lama, saya mendengar kabar kalau Pak Budi di rujuk ke rumah sakit. Katanya tak sadarkan diri, lantas koma. Makanya tadi malam dirujuk ke RSUD dr Soetomo,” katanya.

Terkenal Bandel

Mamat mengaku, kejadian tersebut sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan serta berkoorinasi dengan Polres setempat. “Proses selanjutnya belum tahu. Biar Pak Polisi yang menangani,” katanya.

Mamat juga menjelaskan, siswa MH selama ini memang dikenal bandel dan bermasalah dengan semua guru. Saking bandelnya, hampir semua guru di SMAN 1 Torjun membuat catatan merah.

“Dia sering dipanggil BK (bimbingan konseling) karena kenakalanya itu,” imbuhnya.

• Baca: Solusi Energi, PENS Hibahkan PLTS di Pulau Gili Genting

Di sisi lain, isak tangis terus mengiringi perjalanan Budi dari kamar jenazah RSUD dr Soetomo tadi malam. Istri Budi, DW yang tengah hamil empat bulan bahkan berkali-kali pingsan. Rupanya dia tak kuasan menahan kesedihan mendapati suami meninggal dengan cara seperti itu.

“Dia ini orang baik. Bahkan dengan teman-temannya di Surabaya sering komunikasi. Karena itu, kasihan sekali istrinya. Apalagi dia sedang hamil anak pertama,” tutur salah seorang kerabat korban.