Tiga Pemuda di Gresik Tewas Direnggut Miras Oplosan

MIRAS MAUT: Korban meninggal dunia akibat miras oplosan di Menganti, Gresik, dimakamkan pihak keluarganya. | Iiustrasi: Barometerjatim.com/DIDIK HENDRIYONO
MIRAS MAUT: Korban meninggal dunia akibat miras oplosan di Menganti, Gresik, dimakamkan pihak keluarganya. | Iiustrasi: Barometerjatim.com/DIDIK HENDRIYONO

GRESIK, Barometerjatim.com – Akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan, tiga pemuda Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Ketiga korban tersebut yakni Riko Yakub (23), Andik Kristanto (21) dan M Fendi Pradana (19). Sementara puluhan pemuda lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan intensif.

“Kejadian itu hari Kamis kemarin, tapi korban baru mengeluh Sabtu malam dan langsung dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 23.00 WIB. Namun pada minggu pagi korban akhirnya meninggal dunia,” ungkap Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, Minggu (19/8).

• Baca: Produksi Miras, Rumah Janda di Lamongan Digerebek Polisi

Kapolres memaparkan, korban yang mengalami keracunan miras oplosan mengalami gejala sesak napas, kesadaran menurun dan pengelihatan kabur. Saat ini puluhan korban dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya, sedangkan para korban meninggal dunia sudah dimakamkan pihak keluarga.

Kapolres menambahkan, dari tiga korban yang meninggal dunia akibat miras oplosan, memang memiliki riwayat sakit yang parah. “Satu korban bernama Andik Kristanto punya riwayat sakit lambung akut. Sedangkan M Fendi Pradana punya sakit ginjal,” jelasnya.

Mantan Kapolres Bojonegoro itu menandaskan, sebenarnya yang melakukan pesta miras oplosan hanya enam pemuda. Sedangkan lainnya seusai menonton sepakbola gala desa hanya mampir.

• Baca: Dugaan Korupsi Jaspel BPJS ‘Menginjak’ Kota Pudak

Saat ini Polres Gresik sedang mendalami dan mengumpulkan barang bukti. Polres Gresik juga akan melakukan pemeriksaan terkait kandungan yang ada di dalam miras oplosan tersebut.

Sementara Kusyanto, ayah dari Andik Kristanto, mengaku sebelum meninggal dunia anaknya mengeluh sakit lambung. “Lalu Sabtu malam terasa, terus kami bawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggalkan kami untuk selama-lamanya,” tuturnya.