Produksi Miras, Rumah Janda di Lamongan Digerebek Polisi

RUMAH PRODUKSI MIRAS: Polres Lamongan melakukan penggerebekan rumah produksi kiras di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Senin (28/5). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
RUMAH PRODUKSI MIRAS: Polres Lamongan melakukan penggerebekan rumah produksi kiras di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Senin (28/5). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Polres Lamongan kembali menggerebek sebuah rumah di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan yang dijadikan tempat untuk memproduksi minuman keras (miras) jenis arak.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan penggerebekan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang merasa curiga dengan bau aneh yang ditimbulkan dari belakang rumah milik warga berinisial NH tersebut.

“Polsek Sukodadi awalnya mendapatkan informasi dari warga, yang mencium bau tak sedap dari rumah tersangka. Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan perangkat alat yang dipakai memproduksi miras jenis arak,” kata Feby di TKP, Senin (28/5).

Baca: Anak Fadeli Ketua DPRD Lamongan, Kahar ‘Menghilang’

Feby menjelaskan, berdasarkan pengakuannya, NH yang merupakan seorang janda beranak 5 tersebut, mengaku rumah produksi miras miliknya sudah beroperasi selama kurang lebih 2 minggu dan semua perangkat peralatannya berasal dari Tuban.

“Seluruh alat dan seperangkat lainnya yang digunakan untuk produksi miras, diperoleh tersangka dari daerah Tuban,” jelasnya.

Feby menuturkan, saat pengrebekan petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga unit drum kapasitas 200 liter berisikan baceman bahan arak dan seperangkat alat produksi arak (dandang dan selang).

• Baca: Perangi Terorisme, Tokoh Agama Diminta Berperan Aktif

Lalu tiga unit drum kosong kapasitas masing-masing 200 liter, lima puluh botol plastik kosong kemasan arak, dan dua plastik besar gula merah 10 kilogram.

“Dalam setiap 1 drum berisi 200 liter, tersangka kemas menjadi 39 botol berisi 1.5 liter, dan keuntungan yang diperoleh dari setiap produksi satu drumnya sebesar 90 persen dari total biaya produksi yang dikeluarkan,” terangnya.

Tergiur Keuntungan

BARANG BUKTI MIRAS: Barang bukti, di antaranya tiga unit drum saat penggerebekan rumah produksi miras di Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
BARANG BUKTI MIRAS: Barang bukti, di antaranya tiga unit drum saat penggerebekan rumah produksi miras di Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

Dalam penggerebekan tersebut, selain mengamankan bahan baku dan peralatan produksi miras, petugas kepolisan juga melakukan pengeledahan secara menyeluruh dan mendapati miras jenis arak yang siap diedarkan ke konsumen.

“Ada sepuluh sak berisi 250 botol arak siap edar. Belum sempat dijual, tapi sudah menghasilkan 250 botol ukuran 1,5 liter miras jenis arak,” ujar Feby.

• Baca: Dinsos Lamongan Siap Tampung Kasminah di Panti Sosial

Atas perbuatannya, NH dikenakan pasal 137 junto pasal 77 undang-undang nomor 8 tahun 2012 tentang pangan. Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, denda Rp 10 miliar.

Sementara itu NH mengatakan, dirinya terpaksa menjalankan usaha terlarang ini karena desakan ekonomi dan tergiur dengan keuntungan usaha produksi miras.

“Dapat untung 600 ribu dari 1 drumnya. Uangnya buat biaya hidup lima anak saya, suami tidak ada,” tuturnya.

Sebelumnya, pekan awal bulan Ramadhan ini, Rabu (23/5), Polres Lamongan juga menggerebek rumah produksi miras di Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, dengan barang bukti 4000 liter bahan miras.