Tepis Puspek, Unair Bantah Bikin Survei soal Pilgub Jatim

UNAIR TAK BERPOLITIK: Suko Widodo, lembaga penelitian di Unair hanya LPI dan tidak pernah melakukan survei soal Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
UNAIR TAK BERPOLITIK: Suko Widodo, lembaga penelitian di Unair hanya LPI dan tidak pernah melakukan survei soal Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rilis hasil survei Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konfilk (Puspek) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) terkait Pilgub Jatim 2018 berbuntut panjang.

Sebab, Puspek ‘membawa-bawa’ nama Unair, sementara lembaga penelitian resmi milik universitas negeri ternama tersebut hanya satu, yakni Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI) yang dipimpin Prof Dr Hary Purnomo Basuki.

“Banyak penelitian dilakukan LPI termasuk bidang politik yang sifatnya ilmiah, misalnya soal perilaku politik masyarakat. Namun kita tidak pernah melansir yang seperti itu (hasil survei Pilgub Jatim),” terang Humas Unair, Suko Widodo saat dihubungi Barometerjatim.com, Rabu (30/5).

• Baca: Unair Bangga dengan Kiprah Besar Alumnusnya: Khofifah!

Dia juga menceritakan pesan Rektor Unair, Prof Moh Nasih kepada dirinya agar Unair tidak melibatkan diri ke dalam politik praktis. “Jangan pernah kita (Unair) terlibat politik praktis, karena sebagai pegawai negeri dan lembaga negara,” terangnya.

Suko menjelaskan, selain LPI sebagai satu-satunya lembaga penelitian di Unair, biasanya di fakultas ada pusat kajian untuk melengkapi fungsi kampus (pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat).

Sementara berkaitan dengan Puspek, Suko menyebut hal itu merupakan otoritas FISIP. “Silakan konfirmasi ke FISIP, yang jelas Unair tidak berpolitik. Jadi tidak melakukan survei untuk kepentingan dukungan politik,” tegas dosen komunikasi politik Unair tersebut.

• Baca: Forum Dosen Unair Tolak Gelar Doktor Kehormatan Muhaimin

Sebelumnya, Puspek mengeluarkan hasil survei Pilgub Jatim 2018 yang mengunggulkan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur dengan persentase elektabilitas 47,25 persen dibanding rivalnya, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto yang meraih 42,25 persen. Sedangkan 10,5 persen sisanya belum menentukan pilihan.

”Pertarungan dua kandidat antara Bu Khofifah dan Gus Ipul memang selalu ketat, meski saat ini Gus Ipul masih unggul. Pertarungan ini ibarat el clasico kalau di Liga Spanyol, selalu ketat dan mendebarkan sampai akhir laga,” ujar Direktur Puspek FISIP Unair, Putu Aditya.

Namun hasil survei disebut-sebut terdapat kejanggalan, terutama soal metodologi penentuan toleransi ambang kesalahan atau margin of error. Survei digelar pada 12-19 Mei 2018 di 38 kabupaten/kota di Jatim, jumlah responden 800 orang dan margin of error 2 persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen.