Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Unair Bangga dengan Kiprah Besar Alumnusnya: Khofifah!

Berita Terkait

KESEPAKATAN BERSAMA: Rektor Unair Prof Mohammad Nasih dan Mensos Khofifah Indar Parawansa menunjukkan penandatanganan kesepakatan bersama tentang penelitian, pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
KESEPAKATAN BERSAMA: Rektor Unair Prof Mohammad Nasih dan Mensos Khofifah Indar Parawansa menunjukkan penandatanganan kesepakatan bersama tentang penelitian, pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kiprah besar Khofifah Indar Parawansa — terutama dalam menyejahterakan masyarakat — membuat bangga semua pihak tak terkecuali almamaternya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

“Bu Khofifah ini termasuk bagian dari alumni Universitas Airlangga yang kami semuanya sangat membanggakan kiprahnya,” tutur Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Nasih dalam pembukaan rapat koordinasi (rakor) penyusunan laporan akhir pelaksanaan subsidi dan pendampingan rastra 2013-2017 di salah satu hotel di Surabaya, Selasa (28/11).

Prof Nasih hadir di pembukaan rakor ini untuk penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Unair tentang penelitian, pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

• Baca: Forum Dosen Unair Tolak Gelar Doktor Kehormatan Muhaimin

Khofifah, lanjut Prof Nasih, merupakan alumnus Unair yang kontribusinya kepada nusa dan bangsa sungguh luar biasa.

“Beliau ini sejak awal, sejak lahir sudah mewakafkan dirinya untuk kesejahteraan sosial. Sekali lagi, ini yang sangat membanggakan kami keluarga besar civitas akademika Unair,” katanya yang disambut aplaus peserta rakor.

Dia pun mengajak semuanya untuk senantiasa berdoa agar Khofifah khususnya dan pihak Kemensos senantiasa diberikan kekuatan, taufik, hidayah dan inayah oleh Allah Swt sehingga bisa mengemban tugas-tugas kenegaraan lebih optimal lagi.

• Baca: Keponakan Mensos Raih Gelar Doktor Pengembangan SDM

“Serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat manusia, khususnya Jawa Timur dan tentu saja republik Indonesia kita yang tercinta,” katanya yang, sekali lagi, disambut aplaus peserta rakor.

Bahkan kali ini ada peserta yang nyeletuk: Hidup Bu Khofifah! Hidup Jawa Timur! Seolah merujuk pada pencalonan Khofifah sebagai calon gubernur di Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Perguruan Tinggi ke-22

UNAIR BANGGA DENGAN KHOFIFAH: Prof Mohammad Nasih dan Mensos Khofifah Indar Parawansa. Keluarga besar Unair sangat bangga dengan kiprah besar Khofifah. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
UNAIR BANGGA DENGAN KHOFIFAH: Prof Mohammad Nasih dan Mensos Khofifah Indar Parawansa. Keluarga besar Unair sangat bangga dengan kiprah besar Khofifah. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Selebihnya, Nasih menyambut gembira kerjasama dengan Kemensos ini. “Kami punya apa yang disebut tri dharma perguruan tinggi. Selain pengajaran, kita punya riset serta melakukan pengabdian pada masyarakat,” katanya.

Pilar ketiga inilah yang disebut Prof Nasih hampir 100 persen sama dengan misi Khofifah di Kemensos, yakni terkait dengan pemberdayaan sosial maupun pengabdian pada masyarakat.

“Penyelenggaraan misi ketiga ini menjadi sangat penting untuk kita dorong secara bersama-sama, sehingga pelaksanaannya bisa lebih efisien lagi,” katanya.

• Baca: Pencabulan Anak, Wakil Dekan FKG Unair Dibebastugaskan

Dia lantas mencontohkan hampir setiap tahun Unair menerjunkan 5.000 mahasiswa ke sejumlah daerah di wilayah Jatim. Sekali penerjunan diikuti sekitar 2.000-2.500 mahasiswa yang siap men-support sekaligus mendorong dan bersinergi dengan Kemensos.

“Terus terang saya kecewa dengan penandatanganan ini. Kecewanya kok baru sekarang,” kelakar Nasih yang membuat ger-geran peserta rakor. Uniar tercatat sebagai perguruan tinggi ke-22 yang bekerjasama dengan Kemensos terkait penelitian, pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

• Baca: Lucu! Undang Khofifah, Izin Gedung Acara PMII Putri Dicabut

“Kalau kemarin-kemarin, insyaallah kita bisa lebih optimal lagi dalam mengemban amanat agar kesejahteraan sosial ini bisa tercipta lebih baik lagi. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” ucapnya.

Rakor yang dilaksanakan selama tiga hari, 27-29 November ini diikuti 231 orang. Terdiri dari perwakilan Divre Perum Bulog, Kabid Pemberdayaan Sosial pada Dinsos provinsi se-Indonesia, koordinator TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) se-Indonesia, koordinator TKSK kabupaten/kota di seluruh Jatim, perwakilan Kementerian PMK, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos serta perwakilan Kementerian Keuangan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -