Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Spanduk Setnov, ‘Propaganda’ yang Gak ‘Kids Jaman Now’

Berita Terkait

CARA USANG: Eks orang dekat Gus Ipul, Muslih Hasyim. Pemasangan spanduk Setnov dukung Khofifah bentuk 'propaganda' cara lama yang mudah ditebak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
CARA USANG: Eks orang dekat Gus Ipul, Muslih Hasyim (kiri) menilai pemasangan spanduk Setnov dukung Khofifah bentuk ‘propaganda’ lama yang mudah ditebak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Muslih Hasyim hanya terkekeh saat disodori foto spanduk bergambar Setya Novanto (Setnov) dan Khofifah Indar Parawansa. Di tengah kedua gambar bertuliskan: Golkar Dukung Penuh Khofifah untuk Gubernur Jatim 2018-2023.

“Haha.. Itu cara-cara yang tidak ‘kids jaman now’ banget,” kata Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jatim periode 2009-2013 tersebut usai menghadiri Deklarasi Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyah (PPKN) di Gedung Astra Nawa, Surabaya, Sabtu 18/11).

Sekilas, tak ada yang ganjil dengan spanduk tersebut karena DPP Partai Golkar hampir pasti mengusung Khofifah di Pilgub Jatim 2018. Sebagai ketua umum Golkar, wajar saja jika Setnov memberikan dukungannya.

• Baca: Eks Orang Dekat Gus Ipul Jadi Pendukung Utama Khofifah

Namun pemasangan spanduk di saat Setnov tengah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus e-KTP, wajar pula dicurigai sebagai ‘propaganda’ untuk menimbulkan hal negatif kepada Khofifah. Terlebih caranya kelewat usang dan mudah ditebak.

Karena itu Muslih sengaja menyitir istilah anak muda sekarang: Kids jaman now! — Bentuk baku dalam bahasa Indonesia kata “jaman” seharusnya ditulis “zaman”. Tapi mungkin penggunaan kata tersebut dianggap lebih enteng untuk diterima generasi sekarang.

Mengapa ‘propaganda’ tersebut dinilai Muslih tidak kekinian dan gampang ditebak? “Waduh, saya jadi ingat 13 tahun lalu saat menjadi tim pemenangan bupati, ya seperti itu. Sama, mengatasnamakan lawan untuk menegatifkan lawan,” katanya.

Tak hanya beberapa kali menjadi tim pemenangan bupati, Muslih juga tercatat sebagai eks orang dekat Saifullah Yusuf (Gus Ipul) termasuk dalam meramu strategi ‘bertarung’ di Pilgub Jatim 2008 kala Gus Ipul mendampingi Soekarwo (Karsa Jilid I).

• Baca: Dimotori Cak Anam, Penganut NU Khittah Dukung Khofifah

“Lha itu (pemasangan spanduk Setnov) kan sama, ketika ada hal negatif pada partai pengusung Bu Khofifah terus orang lain memasang yang sebenarnya itu bukan dari Parpol bersangkutan. Wah, pokoknya cara lama banget itu,” lanjutnya.

Muslih menambahkan, pihak Golkar atau Setnov tidak mungkin akan memasang spanduk seperti itu. “Kalau kita berpikiran sehat, ketika Parpol pengusung dalam keadaan dipandang masyarakat tidak positif, terus malah membuat spanduk yang mendukung calonnya sendiri ya enggak mungkin,” paparnya.

Pernyataan Muslih selaras dengan statement Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjutak yang mengaku tidak tahu-menahu atas pemasangan spanduk tersebut karena partai belum memerintahkan.

• Baca: Dukung Gus Ipul, Muslimat NU ‘Abal-abal’ Gentayangan

“Kami belum melakukan pergerakan apapun untuk pencalonan gubernur Jatim karena masih fokus di internal, terutama terkait ketua umum kami,” katanya kepada wartawan.

Muslih juga mengingatkan, masyarakat sekarang sudah cerdas. Ketika ada orang memasang ‘propaganda’ seperti itu mereka akan berkesimpulan bukan dari tim tersebut. “Justru akan menghantam balik,” tandas wakil sekretaris Ika PMII Jatim itu.

Menganghantam balik? “Orang akan berkesempulan, kok menggunakan cara-cara tidak sehat seperti ini ya. Masyarakat sekarang sudah cerdas, punya daya nalar yang rasional. Ini yang masang yang enggak cerdas. Apalagi spanduk cuma beberapa, tapi dibuat seolah-olah bertebaran,” jabarnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -