Rabu, 07 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Soal Rohingya, Yenny: Myanmar, Belajarlah dari Indonesia!

Berita Terkait

BUKA AKSES KEMANUSIAAN: Yenny Wahid (tengah) saat menyambangi Dubes Myanmar untuk Indonesia untuk membantu penyelesaian konflik di Rohingya. | Foto: Ist
- Advertisement -

JAKARTA, Barometerjatim.com – Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid meminta Myanmar agar belajar dari Indonesia dalam menyelesaikan konflik antara tentara, pemerintah dan masyarakat.

Putri Gus Dur tersebut mencontohkan beberapa konflik yang pernah dialami Indonesia, seperti dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Organisasi Papua Merdeka (OPM) hingga Poso.

“Myanmar seharusnya mengedepankan dialog ketimbang pendekatan keamanan yang kaku. Sebab, pendekatan represif tidak akan membuahkan hasil,” kata Yenny dalam siaran persnya usai menyambangi kantor Kedubes Myanmar untuk Indonesia, Sabtu (9/9).

• Baca: Walubi Jangan Diam, Krisis Rohingya Harus Dihentikan

Yenny datang untuk menyampaikan masukan kepada pemerintah Myanmar mengenai kemelut di Rohingya. Kehadirannya diterima Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye dan Wakil Dubes, Kyaw Soe Thein.

Yenny tak memungkiri, sejumlah konflik di Indonesia pernah ditangani secara represif namun justru memperburuk keadaan. Konflik mereda ketika pada awal reformasi pemerintah mengubah pendekatan yang digunakan menjadi lebih dialogis.

“Setelah kita mengedepankan dialog, kita mendapatkan solusi damai yang lebih substantif sehingga konflik bersenjata pun bisa dicegah,” katanya.

• Baca: Ribuan Lilin dari PMII untuk Cahaya Rohingya

Bagi Yenny, konflik sosial semacam ini merupakan fenomena transisi demokrasi bagi suatu negara dan Indonesia beruntung telah melewati fase tersebut selama hampir dua dekade.

Karena itu, Yenny meminta agar militer Myanmar segera menghentikan serangannya terhadap warga sipil, termasuk komunitas Rohingya. “Kami meminta pemerintah Myanmar melindungi warga sipil yang tidak berdosa, terutama perempuan dan anak-anak,” katanya.

Selain menyoroti perlindungan hak warga sipil, Yenny juga mengapresiasi sikap Pemerintah Myanmar yang memercayai Indonesia, satu-satunya negara yang diberi akses untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Selebihnya dia berharap, Myanmar segera membuka akses bantuan kemanusiaan yang berasal dari luar negeri.

• Baca: Selesaikan Konflik Rohingya atau Usir Dubes Myanmar

“Kami juga berharap pemerintah Myanmar membuka akses bantuan kemanusiaan. Kami menghargai bahwa Indonesia satu-satunya negara yang diberi akses untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dubes Myanmar mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas bantuan perhatian dan kemanusiaan yang diberikan kepada Myanmar.

“Tadi Dubes juga mengatakan bahwa alasan kenapa dia menerima kami, karena dia mengetahui niat tulus kami untuk membantu mencari solusi atas kejadian yang menimpa Myanmar,” tuntas Yenny.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -