‘Serang’ Khofifah, Muslimat NU Sebut Risma Kurang Adab

RISMA KURANG ADAB: Mariyam Baharuddin nilai Tri Rismaharini kurang adab. Membalas kebaikan Muslimat NU dengan sebut Khofifah sok pintar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
RISMA KURANG ADAB: Mariyam Baharuddin nilai Tri Rismaharini kurang adab. Membalas kebaikan Muslimat NU dengan sebut Khofifah sok pintar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pengurus dan warga Muslimat NU Jatim tak habis pikir dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma). Sudah dibantu habis-habisan di Pilwali Surabaya 2015, kini malah ‘menyerang’ Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

“Itu namanya kurang adat dan adab. Dia harus ingat kalau Muslimat NU Surabaya sebagai salah satu penyokong suara, sehingga dia dapat menduduki jabatan sebagai wali kota,” kata Sekretaris PW Muslimat NU Jatim, Mariyam Baharuddin saat dihubungi Barometerjatim.com, Kamis (14/6).

“Dengan gigih Muslimat NU Surabaya membantu mendulang suara untuk kemenangan beliau, tapi sekarang dibalas dengan kata-kata yang kurang patut didengar. Sebagai kepala daerah, tidak seharusnya bertutur seperti itu (menyudutkan Khofifah dengan sindiran keminter alias sok pintar).”

• Baca: Dulu Minta Dukungan, Kini Risma ‘Lukai’ Khofifah dan Muslimat NU

Mariyam yakin Risma tahu dan paham jika Khofifah memang pintar, cerdas serta melayani umat dengan hati. Tapi hanya karena perbedaan pilihan di Pilgub Jatim 2018, Risma memilih ‘tutup mata’.

“Saya yakin beliau juga tahu kecerdasan dan prestasi Bu Khofifah waktu menjadi Mensos, serta mimpin organisasi sebesar Muslimat NU,” katanya.

Tapi jika sekarang Risma berbalik bertutur kurang pantas didengar warga Muslimat NU, menurut Maryam, “Sepertnya ada ‘sesuatu’ yang membuat beliau seperti itu.”

• Baca: Orang Dekat Gus Dur Minta Risma Cabut Ucapan “Keminter”

Sebelumnya, demi mendukung Saifullah Yusuf-Puti Guntur di Pilgub Jatim 2018, Risma ‘melukai’ Khofifah dan warga Muslimat NU dengan menyindir pasangan Khofifah-Emil calon yang keminter alias sok pintar.

“Kita tidak butuh pemimpin yang keminter. Kita hanya butuh yang mau mendengar. Gus Ipul itu orangnya mau mendengar, Mbak Puti itu orangnya amanah,” katanya saat sahur bareng warga Muteran RW 8, Surabaya, Selasa (12/6).

Tak hanya sekali Risma menyindir Khofifah-Emil. Di acara serupa, Minggu (10/6), kader PDIP tersebut juga mengatakan hal yang sama. Menyebut Khofifah-Emil calon yang sok pintar.