Sambut Ramadhan, Khofifah Siapkan Sapaan ‘Sahur Mubarak’

TAHLIL KUBRO MUSLIMAT NU: Cagub Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Tahlil Kubro yang digelar PAC Muslimat NU Waru, Sidoarjo, Minggu (29/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
TAHLIL KUBRO MUSLIMAT NU: Cagub Khofifah Indar Parawansa menghadiri Tahlil Kubro yang digelar PAC Muslimat NU Waru, Sidoarjo, Minggu (29/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Kampanye blusukan yang dilakukan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak terbukti efektif mendongkrak elektabilitas, bahkan melewati rivalnya, Saifullah Yusuf-Puti Guntur dengan selisih 1,9 persen versi hasil survei terbaru yang dirilis Surabaya Survey Center (SSC).

Memasuki bulan suci Ramadhan 1439 H, medio Mei nanti, Khofifah tidak akan merubah pola kampanye yang terbukti efektif tersebut. Justru akan menambah porsi penyapaan lewat ‘Sahur Mubarak’.

“Ya Sahur Mubarak. Fa inna fi sahuri barokah. Sesungguhnya di dalam sahur itu ada keberkahan, maka secapek apapun, selelah apapun jangan tinggalkan makan sahur,” katanya usia menghadiri Tahlil Kubro yang digelar PAC Muslimat NU Waru, Sidoarjo, Minggu (29/4).

• Baca: Khofifah: 72 Usia Muslimat NU, 27 Juni Bersatu Pilih Nomor 1

Lewat Sahur Mubarok, Khofifah akan melakukan penyapaan di sejumlah titik strategis untuk sahur bersama. “Terutama di daerah yang mereka kalau mencari makan sahur harus jalan. Kita akan sahur bersama di titik-titik strategis menurut tim,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menegaskan akan memberikan bisyaroh (intensif) untuk hafidz-hafidzah masing-masing Rp 2 juta per tahun. Tahun pertama direncanakan 10 ribu penghafal Al Qur’an.

“Mereka ini pengawal dan penjaga Al Qur’an. Di titik tertentu, mereka masih harus kita sapa lebih dekat lagi,” katanya.

• Baca: Muslimat NU-Aisyiyah Kompak Menangkan Khofifah-Emil

Sapaan itu, menurut Khofifah, bagian dari menjaga mereka untuk melakukan proses pengawalan dan penjagaan Al Qur’an agar lebih khidmat dan solid, maka antara pemerintah dengan hafidz-hafidzah harus bersambung.

“Nah, sambungan itu bisa lewat berbagai cara program, tapi kita ingin memasukkan itu di program Nawa Bhakti Satua untuk Jatim Berkah,” tandasnya.