Safari di Jombang, Emil Berbagi Solusi Atasi Krisis Pertanian

SAFARI DI JOMBANG: Cawagub Jatim, Emil Dardak melakukan safari politik bareng petinggi PAN di Jombang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SAFARI DI JOMBANG: Cawagub Jatim, Emil Dardak melakukan safari politik bareng petinggi PAN di Jombang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

JOMBANG, Barometerjatim.com – Sektor pertanian menjadi gantungan hajat hidup sebagian besar masyarakat di Jawa Timur. Ini karena secara sosiologi demografis, masyarakat di provinsi berpenduduk hampir 40 juta jiwa tersebut adalah petani.

Karena itu, “Aspirasi saudara-saudara para petani harus benar-benar didengar dengan pendekatan turun ke bawah,” ujar Cawagub Jatim nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak dalam acara “Ngopi Bareng” dengan kelompok masyarakat di Jombang, Kamis (19/4) malam.

Hadir dalam acara tersebut Ketua MPR yang juga Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan serta komedian kondang asal Nganjuk yang juga anggota DPR RI asal PAN, Eko Partrio. Hadir pula Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk serta pengurus dan simpatisan DPC PAN Jombang.

Emil melanjutkan, pendekatan turun ke bawah perlu dilakukan agar petani dan seluruh warga merasa bahwa pemerintah hadir. “Para petani bisa didekati dengan pendekatan dialog dan tukar menukar pengalaman,” tandasnya.

• Baca: Skak Mat Puti! Aksi Debat Emil Masih Bikin Publik Jatuh Hati

Para petani, tambah Emil, memiliki begitu banyak pengalaman di lapangan. Dari situ, lanjutnya, bisa didiskusikan mulai soal pola antisipasi anomali cuaca, masalah pupuk, hama dan seterusnya.

Pendekatan partisipatif ini di satu sisi efektif untuk mencari solusi hingga ke akar, di sisi lain petani dan masyarakat lain juga merasa ‘diwongke’ sekaligus dilibatkan dalam proses pembangunan di bidang pertanian dan lainnya.

“Tidak boleh pembangunan hanya untuk kepentingan satu dua golongan saja, tapi harus adil dan menyeluruh. Hanya dengan pendekatan berkeadilanlah, pemerataan kesejahteraan masyarakat bisa di capai,” ucapnya.

Langkah Proaktif

Dalam kesempatan tersebut, Emil juga memaparkan pengalamannya dalam mengatasi krisis pertanian. Dia menjelaskan dalam trend studi Boston Consulting Group ada beberapa arah pertanian masa depan di antaranya otomatisasi, teknologi precision (ketepatan cuaca dan variabel lain) dan konsolidasi lahan.

Selain itu, Emil yang menyandang doktor ekonomi termuda Jepang, menceritakan pengalamannya ketika mulai turun ke lapangan mengatasi hama keong dan wereng coklat, serta mengingatkan petani untuk jangan berlebihan menggunakan pestisida.

Bahkan dirinya terkadang harus seperti dukun, karena ditanya petani sebaiknya tanam padi atau palawija. “Saya juga sering menyampaikan kepada petani untuk lakukan langkah proaktif, merelokasi pupuk palawija dengan sawah padi karena perubahan cuaca,” paparnya disambut meriah hadirin.

• Baca: Emil: Lamongan Daerah Penting Penggerak Ekonomi di Jatim

Acara semakin dialogis ketika Emil berkesempatan menjawab beragam persoalan para petani sehingga para penanya mengaku puas.

“Melihatnya menjawab pertanyaan, paparannya dan jejak pendidikan maupun keberhasilan Mas Emil dalam karier, saya meyakini sosok inilah yang tepat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Jatim,” kata Ketua Majelis Dakwah Muhammadiyah Jombang, Abdul Qodir yang turut hadir dalam acara tersebut.