Ribut Aturan Ganjil Genap di Jatim, Eh.. Ternyata Wacana!

BARU WACANA: Fattah Jasin (kanan) mendampingi Bambang Prihartono saat memberikan keterangan pers terkait wacana penerapa skema ganjil genap di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
BARU WACANA: Fattah Jasin (kanan) mendampingi Bambang Prihartono saat memberikan keterangan pers terkait wacana ganjil genap di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gencar menjadi perdebatan di tengah masyarakat, soal skema ganjil genap bagi kendaraan di Jatim ternyata baru wacana. Bahkan strategi penerapannya juga masih belum dibahas.

“Kalau melihat backdrop di tulisan acara seakan-akan penerapan ganjil genap dilakukan minggu depan atau bulan depan. Padahal, ini masih wacana dan butuh kajian secara matang,” tegas Kepala Dishub Jatim, Fattah Jasin.

Penegasan itu disampaikan Fattah usai Workshop Penerapan Kebijakan Ganjil Genap Sebagai Upaya Mengatasi Kemacetan di Jatim di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Senin (3/12).

• Baca: Renville: Pakde Karwo-Khofifah Negarawan, Jangan Dibenturkan!

Menurut Fattah, menerapkan kebijakan baru tidak bisa cepat dan membutuhkan diskusi mendalam terkait strategi penerapan. Pemprov Jatim juga masih melakukan kajian terhadap rencana pemberlakuan skema ganjil genap di Jatim.

Sementara workshop penerapan ganjil genap ini merupakan instruksi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena tingkat kemacetan yang cukup tinggi. Utamanya di Kota Surabaya dan Malang Raya.

“Ini kesempatan yang baik. Perlu untuk dibahas, didiskusikan, dirumuskan, kira-kira penerapan ganjil genap ini seperti apa formulasinya,” kata Fattah.

• Baca: Gus Ipul: Tak Harus Disetujui Khofifah, tapi Ini Soal Etika!

“Apa yang harus kita awali, pasti sebuah kebijakan yang harus didasarkan pada hasil kajian dan hasil penelitian, yang harus didukung kebijakan yang lain,” sambungnya.

Karena itu, dia meminta masyarakat agar turut memberi masukan terhadap penerapan kebijakan ini. “Kita menunggu bagaimana respon masyarakat, dan nanti apa yang ada di kebijakan ganjil genap itu yang menjadi landasan kita,” ucapnya.

Menurut Fattah, untuk mengubah pola hidup masyarakat yang telah berada di zona nyaman dengan menggunakan kendaraan pribadi, untuk berpindah ke transportasi umum tidaklah mudah. Apalagi, selama ini banyak anggapan jika transportasi umum yang ada tidak nyaman, serta waktu tempuh yang lebih lama.

• Baca: Skandal Suap! 4 Mantan Kadis Dibui, Berikutnya Siapa Lagi?

Sementara Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menjelaskan, ganjil genap menjadi solusi dari berbagai permasalahan kemacetan transportasi.

Menurutnya, saat ini Indonesia utamanya di kota-kota besar tengah menghadapi masa gawat darurat. “Dengan adanya ganjil genap ini bisa mengurangi kadar CO2 (karbondioksida) yang merusak lingkungan. Jangan sampai, Kota Surabaya yang sudah sangat indah dengan tamannya tercemar kadar CO2 yang tinggi,” jelasnya.

» Baca Berita Terkait Dishub Jatim, Pemprov Jatim