Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Punya Histori Kuat, PAN Tak Akan Berpaling dari Demokrat

Berita Terkait

HISTORI DEMOKRAT-PAN: Demokrat dan PAN memiliki histori kuat, terutama setelah merajut cerita sukses di Pilgub Jatim 20018 DAN 2013. | Ilustrasi : Ist
HISTORI DEMOKRAT-PAN: Demokrat dan PAN memiliki histori kuat di Jawa Timur, terutama saat merajut cerita sukses di Pilgub Jatim 2008 DAN 2013. | Ilustrasi : Ist
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sudah sepatutnya kalau Partai Amanat Nasional (PAN) bakal ikut mengusung Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018. Apalagi PAN dan Partai Demokrat pernah merajut cerita sukses di dua kali Pilgub Jatim (2008 dan 2013).

“Secara historis PAN lebih dekat dengan Demokrat. Sekarang yang pegang adalah Zulkifli Hasan yang memiliki penentu untuk begabung dengan siapa. Meskipun di sisi pengarah seperti Amien Rais berencana membentuk poros tengah,” kata pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo.

Apalagi, katanya, hingga kini hanya dua kandidat (Khofifah-Emil dan Saifullah-Anas) yang memiliki potensi besar. Sementara di kubu Khofifah ada Demokrat yang menjadi motor dan itu akan jadi magnet bagi PAN.

• Baca: Lebih Dekat ke Khofifah, PAN ‘Padamkan’ Harapan La Nyalla

Jadi kalau melihat trendnya, kata Suko, PAN akan ikut mengusung Khofifah-Emil. “Lagi pula para petinggi PAN punya kedekatan dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” tandasnya. “PAN juga akan ‘main aman’ agar terjaga suaranya di legislatif,” tambahnya.

Dalam satu hari ini, PAN kembali menjadi perbincangan menyusul surat tugas dari DPP Partai Gerindra yang menugasi La Nyalla Mattalitti untuk mencari Parpol tambahan dalam tempo 20 hari guna maju di Pilgub Jatim 2018.

Usai menerima surat tersebut, La Nyalla menegaskan dalam waktu dekat akan mengonsolidasikan kekuatan untuk memenuhi persyaratan pencalonan, termasuk mengintensifkan komunikasi dengan PAN.

• Baca: Pengamat: La Nyalla Berpeluang Diusung Gerindra tapi Berat

Namun PAN rupanya telah menutup pintu untuk membangun koalisi baru di Pilgub Jatim 2018. Padahal PAN bisa jadi harapan terakhir La Nyalla setelah Parpol lain bergabung dengan poros Khofifah maupun Saifullah.

Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan saat ditanya wartawan di kompleks DPR RI, bahkan tak membantah kalau partainya disebut akan ikut mengusung Khofifah.

“Apakah PAN akan mengusung Khofifah?” tanya wartawan. “Iya, itu (Khofifah). Nah itu sudah tahu jawabannya kan. Masak harus saya perjelas,” jawab Zulkfili.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -