Prabowo Bilang Indonesia Salah Arah, Nasdem: Wajar Penantang!

Surya Paloh di kantor Bappilu  Nadsem Jatim di Surabaya, Sabtu (9/2/2019). | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Surya Paloh di kantor Bappilu Nadsem Jatim di Surabaya, Sabtu (9/2/2019). | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh menganggap wajar setiap kritik yang dilontarkan Prabowo Subianto, terlebih dalam suasana kontestasi Pilpres 2019. Termasuk baru-baru ini menyebut Indonesia salah arah sejak Orde Baru.

“Ya, biasalah! Di dalam pesta demokrasi dengan suasana kebebasan seperti ini, kan tidak ada satu tone yang sama, pikiran yang sama, pandangan yang sama,” kata Surya usai menghadiri Konsolidasi Caleg dan Kader Partai Nasdem Jatim di Kantor Bappilu DPW Partai Nasdem Jatim, Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Kalaupun ada pro-kontra di sana, ada saling kritik, Surya menganggap hal itu lumrah, mengingat posisi Capres nomor urut dua tersebut sebagai oposisi, sebagai penantang di Pilpres 2019.

“Katakanlah Pak Prabowo dalam posisi sebagai oposisi, yang menantang, men-challenge, wajar dong kalau beliau berbicara tak seirama dengan yang sedang mempertahankan, dalam hal ini Pak Jokowi, wajar saja!” tandasnya.

Selebihnya, Surya menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai situasi yang sedang terjadi. “Saya yakin masyarakat kita memiliki nalar, kemampuan daya kritis yang cukup mumpuni. Pasti bisa memilah-milah mana yang cocok dan tepat: Ah, ini hanya ngomong doang,” katanya.

Demokrat Ikut Terluka

Surya Paloh konsolidasi Caleg dan kader dikantor Bappilu Nadsem Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

Seperti diberitakan, saat menghadiri HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 6 Februari lalu, Prabowo menyebut Indonesia salah arah sejak Orde Baru.

“Dari awal, dari sekian belas tahun, sekian puluh tahun, dari saya masih di dalam Orde Baru, saya sudah melihat arah perkembangan, arah pembangunan Indonesia, sebenarnya arahnya menuju arah yang keliru,” ucap Prabowo.

Alih-alih mendapat pujian dari koleganya, ucapan Prabowo ini justru membuat pihak Partai Demokrat balik mengkritik. Sebab, pernyataan Prabowo dinilai sama halnya mengkritik 10 tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang notabene ketua umum DPP Partai Demokrat.

“Pernyataan tersebut kurang bijaksana. Pernyataan tersebut berpotensi melukai orang-orang yang sejauh ini sudah sedemikian teguh dan berkomitmen mendukungnya,” kata Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin.•

» Baca Berita Terkait Nasdem, Surya Paloh