PPKN Imbau Kiai Ma’ruf Lepas Jabatan Rais Aam PBNU

JAGA KHITTHAH NU: Cak Anam (kiri) minta KH Ma'ruf Amin mundur dari jabatan rais aam PBNU setelah mendaftar di Pilpres 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
JAGA KHITTHAH NU: Cak Anam (kiri) mengimbau KH Ma’ruf Amin agar melepas jabatan rais aam PBNU setelah mendaftar di Pilpres 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pengurus Besar Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PB PPKN) mengimbau KH Ma’ruf Amin, segera melepas jabatan sebagai rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Imbauan ini dilakukan agar NU sebagai Ormas sosial keagamaan tak tercederai dengan kepentingan politik praktis, mengingat Kiai Ma’ruf sudah mendaftar sebagai Cawapres mendampingi Capres Joko Widodo (Jokowi) ke KPU RI.

“PB PPKN mengimbau al mukarram Kiai Ma’ruf selaku tokoh ulama paling paham dan mengerti qunun asası, segera menyelesaikan atau menyerahkan jabatan rais aam kepada wakil rais aam,” kata Ketua Dewan Panasihat PB PPKN, Choirul Anam di Gedung Astra Nawa, Surabaya, Minggu (12/8).

• Baca: Ada Desain ‘Politik Merah’ PDIP di Balik Kata “Bangsat” Arteria

Langkah ini perlu dilakukan, tambah Cak Anam — sapaan akrab Choirul Anam — demi menjaga ketenangan dan keutuhan warga NU, serta terjaganya orisinalitas wasiat almaghfurlahum para ulama sepuh yang telah berjuang keras membawa NU kembali ke khitthah 1926.

Terlebih, keterlibatan Kiai Ma’ruf dalam jabatan politik praktis dinilai telah membelah pandangan Nahdliyin (warga NU). Satu kelompok menganggapnya sebagai berkah dan nikmat yang patut disyukuri.

“Apalagi Kiai Ma’ruf memaknai pemilihan dirinya sebagai Cawapres, sebagai penghormatan Jokowi kepada ulama,” kata mantan ketua PW GP Ansor Jatim tersebut.

• Baca: Cak Anam: PKB-Ipul Cuma Manfaatkan Kiai di Pilgub Jatim

Sementara kelompok yang kecewa, menilai tampilnya Kiai Ma’ruf sebagai Cawapres justru merupakan musibah bagi NU yang mengancam terpecahnya ukhuwah nahdliyah. Sekalipun Kiai Ma’ruf menganggapnya sebagai panggilan tugas negara.

“Kami berharap pengganti rais aam adalah kiai yang memiliki daya juang, dan bisa menyelamatkan NU serta bisa menjadi penyambung suara langit,” pinta Cak Anam.