Politikus PAN: Risma Itu Nyindir Siapa? Khofifah Memang Pinter!

SOWAN KE KHOFIFAH: Jelang Pilwali Surabaya, Tri Rismaharini bersama Whisnu Sakti Buana saat sowan ke kediaman Khofifah di Jemursari, Surabaya, 14 Oktober 2015. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
SOWAN MINTA DUKUNGAN: Jelang Pilwali Surabaya 2015, Tri Rismaharini bersama Whisnu Sakti Buana saat sowan minta dukungan ke kediaman Khofifah di Jemursari, Surabaya, 14 Oktober 2015. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sebagai kader Parpol pengusung Saifullah Yusuf-Puti Guntur, wajar saja kalau Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mendukung paslon yang diusung Parpolnya.

Tapi soal menilai orang, meski dalam bentuk sindiran, sebaiknya tetap realistis apalagi kompetensi ‘objek’  yang dibicarakan sudah diakui publik, bukan hanya Jawa Timur tapi nasional bahkan internasional.

Maka ketika Risma, sapaan Tri Rismaharini, menyindir Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai calon yang keminter alias sok pintar, sejumlah kalangan — termasuk politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Agus Maimun — hanya tersenyum geli.

• Baca: Dulu Minta Dukungan, Kini Risma ‘Lukai’ Khofifah dan Muslimat NU

“Bu Khofifah memang pinter, begitu juga Mas Emil. Justru Jatim butuh orang yang pinter dan tahu persoalan,” kata Agus saat dihubungi Barometerjatim.com, Selasa (12/6).

Jadi, tambah Agus, “Kalau Bu Risma menyebut keminter, kami tidak merasa itu paslon kami. Saya enggak tahu sindiran Bu Risma itu untuk siapa, karena Bu Khofifah dan Mas Emil memang terbukti pinter.”

Bagi politikus yang juga anggota DPRD Jatim tersebut, Khofifah sudah teruji dan masyarakat mengakui kalau Cagub Jatim nomor urut satu tersebut pinter, bukan keminter.

• Baca: Pengamat: Cara Risma Dukung Gus Ipul-Puti Kelewat Vulgar

“Karena itu lebih pas, semakin banyak debat, semakin diketahui kompetensi calon dan semakin kelihatan kepinteran Bu Khofifah. Semakin banyak ruang publik untuk menguji kompetensi calon, semakin kelihatan kepinteran Bu Khofifah,” paparnya.

Bisa jadi Agus tak berlebih jika menilik rekam jejak Khofifah selama ini. Dua kali menjadi menteri di dua presiden berbeda, membuktikan kalau Khofifah memang pinter, bukan keminter. Yakni Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN di era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta Menteri Sosial di kabinet Presiden Jokowi.

Lebih-lebih jika menilik prestasi Khofifah dalam empat periode kepemimpinannya bersama Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Catat! Begitu beragam prestasi Khofifah bersama Banom perempuan NU yang memiliki sekitar 45 juta anggota tersebut (data PP Muslimat NU), meliputi hampir semua kebutuhan masyarakat.

• Baca: ‘Disindir’ Risma, Emil: Pendidikan Ya Gratis Ya Berkualitas!

Di bidang kesehatan, lewat perangkat Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKMNU) mengelola 74 rumah sakit (RS) dan klinik serta 154 panti asuhan. Satu yang cukup monumental yakni Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada.

Klinik yang terletak di Jalan Hang Tuah 1 No 12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tersebut bahkan mendapat rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) karena tercatat sebagai klinik kesehatan swasta pertama di Indonesia yang memperoleh ISO 9001:2008.

Pun demikian di bidang pendidikan. Lewat perangkat Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU) mengelola sekitar 6.800 PAUD, hampir 10 ribu TK/RA, serta 15.653 TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an).

KHOFIFAH MEMANG PINTER: Politikus PAN, Agus Maimun, Jatim butuh Khofifah yang memang terbukt pinter. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KHOFIFAH MEMANG PINTER: Politikus PAN, Agus Maimun, Jatim butuh Khofifah dan Emil yang memang terbukti pinter. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Berikutnya di bidang dakwah, lewat perangkat Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim Muslimat NU (Hidmat MNU) mengelola lebih dari 56 ribu majelis taklim.

Lalu di bidang ekonomi, Muslimat NU memiliki Induk Koperasi An Nisa (Inkopan) yang tercatat sebagai satu dari empat induk koperasi perempuan di Indonesia. Belum lagi di bidang haji lewat perangkat Yayasan Haji Muslimat NU (YHMNU) serta prestasi monumental lainnya.

“Apa itu kurang pinter namanya? Karena itu saya enggak merasa sindirian Bu Risma itu ditujukan untuk paslon kami,” seloroh Agus yang juga Bendahara DPW PAN Jatim sembari menambahkan, “Karena Bu Khofifah memang sudah diakui publik kalau pinter.”

• Baca: Ansor Surabaya: Risma Lebih Peduli Taman Ketimbang Masjid

Sebelumnya, demi mendukung Saifullah Yusuf-Puti Guntur di Pilgub Jatim 2018, Risma menyindir pasangan Khofifah-Emil sebagai calon yang keminter alias sok pintar.

“Kita tidak butuh pemimpin yang keminter. Kita hanya butuh yang mau mendengar. Gus Ipul itu orangnya mau mendengar, Mbak Puti itu orangnya amanah,” katanya saat sahur bareng warga Muteran RW 8, Surabaya, Selasa (12/6).

Tak hanya sekali Risma menyindir Khofifah-Emil. Di acara serupa, Minggu (10/6), Risma juga mengatakan hal yang sama. Menyebut Khofifah-Emil calon yang sok pintar.