Perangi Terorisme, Tokoh Agama Diminta Berperan Aktif

CEGAH TERORISME: Polres, Kodim 0812 Lamongan dan tokoh agama se-Kabupaten Lamongan bertekad cegah terorisme dan radikalisme. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
CEGAH TERORISME: Polres, Kodim 0812 Lamongan dan tokoh agama se-Kabupaten Lamongan bertekad cegah terorisme dan radikalisme. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung mengajak para tokoh agama dan elemen masyarakat lainnya untuk berperan aktif dalam pencegahan terorisme serta penyebaran paham radikal di tengah masyarakat sejak dini.

Ajakan itu disampaikan Kapolres dalam acara Silaturahim Tokoh Lintas Agama dalam Rangka Mencegah dan Perangi Aksi Terorisme dan Radikalisme di Aula Rumah Makan Apung Lamongan, Rabu (16/5).

“Jadi, sebelum terjadinya aksi, kita mengajak semua tokoh agama berperan hingga tingkat bawah untuk mengeliminir dan menangkal paham-paham radikal yang ada di tengah masyarakat,” kata Feby.

• Baca: Jaringan Pelaku Bom Surabaya dalam Analisa Adik Amrozi

Menurutnya, upaya nyata pencegahan tindakan terorisme dan radikalisme tidak hanya dilakukan Polri dan TNI, tapi butuh peran masif dari tokoh semua organisasi keagamaan, terutama para pendidik.

“Kerjasama pencegahan terorisme dan tindakan radikal harus simultan dilakukan, terutama para pendidik. Karena, kita lihat seperti kejadian di Surabaya, usianya masih dini sekitar 18 tahunan sudah memiliki pemahaman dan doktrin yang salah,” terangnya.

Sedangkan upaya penanggulangan dan pencegahan aksi terorisme, Feby mengatakan, pihak kepolisian selama ini bersama Badan Nasioal Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng para stakeholder dengan terus memberikan penyuluhan terhadap para eks napiter dan eks kombatan di Lamongan.

“Kita terus lakukan upaya deradikalisasi, kita berikan penyuluhan. Termasuk merangkul saudara kita yang ada di Lingkar Perdamaian,” tuturnya.

• Baca: Tak Mau Dibom, Penjagaan Kantor Bupati Gresik Diperketat

Apalagi, tandas Feby, Lamongan mempunyai kekhususan karena memiliki histori terkait persoalan aksi terorisme. Saat kejadian bom Bali salah satu pelakunya adalah warga Lamongan.

Sementara untuk membantu menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban di Lamongan pasca aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, pihak TNI atau Kodim 0812 Lamongan telah menyiagakan seluruh anggota di setiap jajaran.

“TNI siap mem-back up kepolisian. Kami standby dan siapkan anggota TNI. Di Koramil ada satu regu dan di Kodim ada satu peleton anggota yang siap diminta bantuan kepolisian kapanpun, tinggal tunggu perintah,” kata Mayor Arh Gusti Nyoman Putu Ardhana, wakil sementara Kepala Staf Kodim 0812 Lamongan.