Peran Besar UMKM di Jatim: Sumbang 19 Juta Tenaga Kerja

BAGI KIAN DI SINGAPURA: Gubernur Jatim, Soekarwo berbagi kiat peranan dan kontribusi dalam forum di Singapura, Rabu (29/8). | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
BERBAGI KIAT DI SINGAPURA: Gubernur Jatim, Soekarwo berbagi kiat peranan dan kontribusi dalam forum di Singapura, Rabu (29/8). | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Peranan dan kontribusi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menopang pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur sangatlah besar.

“Artinya, UMKM menjadi tulang punggung atau backbone perekonomian Jatim,” kata Gubernur Jatim, Soekarwo saat berbagi kiat dalam forum di Singapura, lewat rilis yang diterima Barometerjatim.com, Rabu (29/8).

Pakde Karwo — sapaan Soekarwo — mencontohkan, pada tahun 2012 UMKM memberi kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim sebesar 54,98 persen, dan pada 2016 sebesar 57,52 persen.

• Baca: Kejar Aset Rp 100 Triliun di 2024, Bank Jatim Rangkul UMKM

“Kontribusi ini didukung dengan pertumbuhan UMKM yang semakin meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Berdasarkan sensus ekonomi yang dilakukan pada 2006, jumlah UMKM di Jatim ‘hanya’ 4,2 juta dan meningkat mejadi 6,8 juta pada pada 2012.

Jumlahnya terus meningkat dan tumbuh pada 2016 menjadi 12,1 juta UMKM. “Inilah yang menjadi backbone ekonomi Jatim,” terangnya.

• Baca: Tumbuh 5,57 Persen, Ekonomi Jatim Ditopang Koperasi-UMKM

Keberadaan UMKM di Jatim, lanjut Pakde Karwo, berkontribusi terhadap sektor tenaga kerja yang mencapai 19 juta. Terdiri dari tenaga kerja UMKM non pertanian 13.966.706 orang, UMKM Tani 4.981.504 orang, dan tenaga kerja usaha besar 373.294 orang.

Kesuksesan menumbuhkan ekonomi Jatim lewat UMKM ini, dilakukan Pemprov Jatim melalui berbagai cara antara lain pemberian suku bunga murah agar produksi UMKM menjadi lebih efisien, sehingga dapat bersaing dengan perusahaan besar.

“Juga memberikan stimulus kredit murah dengan metode loan agreement melalui perbankan,” tandasnya.