Kejar Aset Rp 100 Triliun di 2024, Bank Jatim Rangkul UMKM

KEJAR ASET RP 100 TRILIUN: Bank Jatim mengejar aset Rp 100 triliun pada 2024. Sektor UMKM menjadi salah satu andalan untuk sumber pembiayaan. | Foto: IST
KEJAR ASET RP 100 TRILIUN: Bank Jatim mengejar aset Rp 100 triliun pada 2024. Sektor UMKM menjadi salah satu andalan untuk sumber pembiayaan. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Soekarwo mengharapkan aset Bank Jatim bisa menembus Rp 100 triliun pada 2024. Untuk mencapainya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan dirangkul sebagai sebagai salah satu sumber pembiayaan.

“Dilihat dari kemajuan Bank Jatim sampai saat ini, bukan tidak mungkin aset di atas Rp 100 triliun bisa dicapai lebih cepat yaitu pada 2022,” ujar Soekarwo usai acara Jalan Sehat Dirgahayu Bank Jatim 57 Tahun di Lapangan Lenmarc, Surabaya, Sabtu (18/8).

Soekarwo menjelaskan, alasan UMKM harus dirangkul karena jumlahnya setiap tahun meningkat. Merujuk data sensus, pada 2006 jumlah UMKM sebanyak 4,2 juta, kemudian meningkat 6,8 juta pada 2012, dan semakin melesat menjadi 9,59 juta pada 2016.

• Baca: Tumbuh 5,57 Persen, Ekonomi Jatim Ditopang Koperasi-UMKM.

Selain itu, keberadaan UMKM juga berperan terhadap terhadap PDRB Jatim yang terus meningkat setiap tahunnya. Jika pada 2012 UMKM baru menyumbang 54,98 persen, saat ini naik menjadi 57,2 persen. Dengan melihat capaian pada 2017, maka menjadi kesempatan untuk membiayai UMKM melalui potensi kredit.

“Ada sekitar Rp 1,161 triliun yang menunggu lending kredit dari perbankan. Dari angka tersebut, lending kredit yang diberikan bank sekitar Rp 52 triliun. Masih ada ruang lebar sekali yang harus dilakukan, dan Bank Jatim harus menjadikan ini sebagai kesempatan emas,” tegas Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Dengan peluang seperti itu, Pakde Karwo mengusulkan tiga hal, yakni Bank Jatim harus melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM), menggunakan informasi teknologi (IT) dan meningkatkan profesionalisme keuangan untuk meningkatkan kredit.

• Baca: Tumbuh 5,57 Persen, Ekonomi Jatim Ditopang Koperasi-UMKM

”Hal tersebut harus dilakukan karena kondisi pasar yang sangat bagus dan Bank Jatim sangat cepat beradaptasi. Hal tersebut menjadi penunjang agar pada 2022 aset Bank Jatim lebih dari Rp 100 triliun,” tandasnya.

Jika bisa dilakukan, kata Soekarwo, pertumbuhan ekonomi Jatim bukan lagi 5,5 persen tapi 6 persen. Selain itu, Jatim menjadi backbone perekonomian Indonesia karena 14,92 persen ekonomi nasional disumbang Jatim.

”Saya juga mendukung adanya konsep one Dirut one innovation dengan tujuan agar ada banyak inovasi di bidang perbankan di dalam Bank Jatim,” tambahnya.