Pemprov Butuh Anggaran Besar untuk Muluskan Jalan Arteri

BUTUH DANA BESAR: Kepala Dinas PU Binamarga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi. Butuh dana besar untuk muluskan jalan arteri. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
BUTUH ANGGARAN BESAR: Kepala Dinas PU Binamarga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi. Butuh dana besar untuk muluskan jalan arteri. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Upaya Pemprov Jatim untuk memuluskan seluruh jalan arteri di Jatim membutuhkan anggaran besar. Ini karena kontur tanah yang dilalui mulai dari kondisi datar hingga wilayah perbukitan.

Untuk rekonstrusi jalan pada kondisi tanah datar saja, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 4-6 miliar per kilometernya. Jumlah ini pun masih menyesuaikan kondisi daerahnya. Belum lagi jalur di perbukitan butuh biaya lebih besar lagi.

Hal ini seperti terjadi di daerah Arjosari-Purwantoro, Pacitan. Jalur ini memiliki lebar jalan 5 meter dan jika distandarkan menjadi 7 meter yang membutuhkan biaya sekitar Rp 7 miliar per kilometer.

• Baca: Tarif Tol Mahal, Soekarwo Minta Khofifah Fokus Jalan Arteri

“Untuk membangunnya membutuhkan tambahan konstruksi, karena di satu sisi bukit dan sisi lainnya jurang. Ini sulit karenanya butuh anggaran besar. Lagi pula yang melewati juga tidak terlalu banyak,” terang Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi, Senin (13/8).

Konsekuensinya, untuk anggaran perbaikan jalan di 2019 diperkirakan akan membengkak. “Pasti anggarannya lebih besar dari 2018 jika ingin memuluskan seluruh jalur arteri,” tandasnya.

Soal estimasi anggaran di 2019, Gatot tak menyebut perkiraan angka. Dia hanya menegaskan, dari total panjang jalan provinsi 1.421 Km, 700 Km di antaranya membutuhkan rekonstruksi.

Telan Rp 942 Miliar

Sebagai perbandingan, pada 2018 Pemprov Jatim menyiapkan Rp 942 miliar untuk anggaran jalan dan jembatan. Anggaran ini termasuk rekonstruksi, perencanaan dan pengawasan.

Dari anggaran tersebut, PU Bina Marga melakukan rekonstruksi dan peningkatan jalan sepanjang 62,696 Km.

Lalu pemeliharaan berkala jalan sepanjang 142,680 Km, pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1.421 Km, pelebaran jembatan sepanjang 259,60 Km dan pemeliharaan rutin jebatan sepanjang 10.870,02 (995 buah).

• Baca: Terkendala Girder, Ruas Tol Paspro Tak Bisa Difungsionalkan

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo meminta Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan kalangan DPRD agar perbaikan jalan arteri mendapat porsi khusus di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Hal ini seiring pemanfaatan jalan tol yang hanya sekitar 18 persen karena tarif yang mahal. Imbasnya, masyarakat lebih memilih menggunakan jalan arteri. “Jalan tolnya hanya 18 persen, karena tarifnya yang tinggi,” ujar Soekarwo.

Karena itu, tambah Soekarwo, “Jangan justru arterinya rusak. Public policy di 2019 itu. Nanti kami akan sampaikan juga ke gubernur terpilih, mengapa public policy itu harus dilakukan,” katanya.