Pasien Corona Ditaruh Begitu Saja, Tim 112 Surabaya Tak Etis!

TAK ETIS!: Joni Wahyuhadi, tak etis taruh pasies terus ditinggal begitu saja. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAK ETIS!: Joni Wahyuhadi, tak etis taruh pasies terus ditinggal begitu saja. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gara-gara ‘digeruduk’ pasien terpapar Corona (Covid-19) tanpa berkomunikasi terlebih dahulu, sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi (16-17/5/2020) RSUD dr Soetomo sempat dibuat kerepotan.

Sampai-sampai ada perawat yang membuat tulisan meminta jeda waktu, untuk melakukan evakuasi dan disinfeksi ruangan — meski sempat viral di media sosial karena diartikan penolakan pasien.

Terlebih hingga Minggu pagi masih ada 35 pasien yang menumpuk karena belum tertangani. Mereka  ada yang datang sendiri, sebagian dibawa tim dari Command Center 112 Surabaya.

Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi pun menyoal referral system alias sistem rujukan yang tak dipatuhi. “Siapa pun yang referral system, kontaklah!” katanya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Kalau di Soetomo itu ada empat nomor untuk menghubungi, semua sudah tahu. Kalau susah, langsung kontak direkturnya juga ndak apa-apa, itu sudah sering,” sambungnya.

Menurut Joni, semua RS sudah tahu kalau di RSUD dr Soetomo ada call center, screening center, maupun Covid-19 screening center. “(Command Center) 112 programnya KMS (Kota Madya Surabaya) juga sudah tahu,” ujarnya.

“Jadi tidak etis, pasien dibawa ke IGD langsung ditaruh begitu saja, ditinggal gitu, itu menyalahi PMK (Peraturan Menteri Kesehatan) No 1/2012 (tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan). Secara etika tidak baik!” tegas Joni.

Menurut dokter yang juga ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim tersebut, peristiwa ini sekaligus menjadi masukan. “Memang sulit kondisinya, tapi marilah tetap berada di dalam standar,” pintanya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona, PSBB