Pakde Karwo Gerilya Suara, AHY Pimpin ‘Perang Terbuka’

BEDA GENERASI SALING MELENGKAPI: AHY (kiri) dan massa muda serta Soekarwo (kanan) akan menjadi pendulang suara yang signifikan bagi Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Ist
BEDA GENERASI SALING MELENGKAPI: AHY (kiri) dan massa muda serta Soekarwo (kanan) bakal menjadi pendulang suara yang signifikan bagi Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Ist

Soekarwo tak perlu naik panggung sebagai jurkam untuk memenangkan Khofifah-Emil. Sebaliknya pesona AHY dibutuhkan memimpin ‘perang terbuka’ untuk mendulang suara.

BISA dimengerti jika Soekarwo memutuskan tak menjadi jurkam Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018. Selain demi menjaga netralitas sebagai gubernur dan stabilitas pemerintahan di Jatim, Pakde Karwo — sapaan akrabnya — punya modal politik lebih dari cukup, ditambah investasi keberhasilan kepemimpinan selama dua periode untuk ‘gerilya suara’.

Hal itu tergambar dari hasil survei terbaru Surabaya Survey Center (SSC) bahwa kinerja Pakde Karwo mendapat apresiasi publik yang tinggi dengan tingkat kepuasan hingga 60,5 persen. Hanya 28,3 persen menyatakan tidak puas dan 11,2 persen sisanya tidak tahu.

“Jarang sekali kepala daerah mendapat apresiasi di akhir masa jabatannya. Biasanya yang terjadi di akhir jabatan malah turun drastis,” kata Direktur SSC, Mochtar W Oetomo.

· Baca: Menangkan Khofifah-Emil, Mesin Partai Demokrat Tancap Gas

“Artinya, dalam konteks Pilgub Jatim 2018, Pakde Karwo yang memiliki tingkat kepuasan publik setinggi ini masih memiliki pengaruh signifikan kepada publik,” tandas Mochtar.

Tak hanya tingkat kepuasan, kepemimpinan Pakde Karwo di periode kedua ini juga dinilai semakin baik dibanding periode pertama. Sebanyak 55,3 persen publik menyatakan lebih baik, 33,4 persen menyebut sama saja, 3,1 persen bilang semakin buruk dan 8,2 persen tidak menjawab.

Modal ini penting bagi Pakde Karwo untuk menjelaskan kepada masyarakat, terutama di basis pendukungnya, siapa Cagub yang paling pantas untuk meneruskan kepemimpinannya tanpa harus ‘berbusa-busa’ kampanye di atas panggung.

• Baca: Billboard Soekarwo Dukung Khofifah-Emil Bertebaran di Jatim

“Terutama di wilayah Mataraman, posisi Partai Demokrat sangat menentukan, karena masyarakat di sana wis pokoke peneruse Pakde iki sopo,” kata Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil dari Partai Demokrat, Renville Antonio.

Di sisi lain, Soekarwo juga diuntungkan dengan popularitas dan akseptabilitas Emil Dardak yang terbukti sangat signifikan di wilayah Mataraman usai declare mendampingi Khofifah di Pilgub Jatim 2018.

Dari hasil survei SSC, Khofifah-Emil meraih 38 persen dukungan atau mengungguli Saifullah Yusuf-Azwar Anas dengan 31,6 persen dukungan. Sisanya, 30,4 persen belum menentukan.

Trigger Paling Tinggi

Jika Pakde Karwo cukup ‘gerilya suara’, sebaliknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) justru dibutuhkan untuk memimpin ‘perang terbuka’ dalam mendulang suara, terutama di wilayah Arek (Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang serta Malang Raya). Wilayah ini menjadi pusat masyarakat urban dengan karakter pemilih rasional.

Apalagi untuk sementara Khofifah-Emil masih kalah di wilayah ini dengan mendulang 31,2 persen suara, Gus Ipul-Anas 43,5 persen, 25,3 persen lainnya belum menentukan pilihan.

Pertarungan sengit bakal benar-benar terjadi karena Demokrat memastikan AHY akan berkampanye untuk Khofifah-Emil di Jatim. “Mas AHY saya pastikan turun (ke Jatim). Biasanya petinggi partai akan turun ketika calon sudah ditetapkan,” ungkap Renville.

AHY diharapkan menjadi magnet untuk mendulang suara khususnya di kalangan milenial. Untuk lebih memperkuat AHY, Demokrat bersama Parpol koalisi akan memaksimalkan organisasi sayap di seluruh Jatim.

• Baca: Punya Histori Kuat, PAN Tak Akan Berpaling dari Demokrat

“Nanti partai koalisi bersatu turun melalui sayap partai yang menggarap segmen muda, sehingga bisa mendulang suara maksimal,” tegas Renville yang juga sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim.

Langkah Demokrat bakal menurunkan AHY sebagai jurkam diapresiasi pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surochim Abdussalam. Menurutnya, AHY masih menjadi trigger paling tinggi untuk Demokrat.

“Oke-lah (memaksimalkan) Muda Mudi Demokrat (sayap Partai Demokrat), tapi yang paling memiliki trigger itu ya Mas AHY. Pertarungan di wilayah urban dahsyat menurut saya kalau mas AHY jadi turun ke Jatim,” tandasnya.