Pacu Ekonomi Kreatif, Bekraf Luncurkan “Bisma” di Surabaya

BANGUN SINERGI: Whisnu Sakti Buana (dua dari kanan), Pemkot Surabaya-Bekraf bangun sinergi kembangkan ekonomi kreatif. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
BANGUN SINERGI: Whisnu Sakti Buana (dua dari kanan), Pemkot Surabaya-Bekraf bangun sinergi kembangkan ekonomi kreatif. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pelaku ekonomi kreatif di Surabaya meningkat signifikan. Di sisi lain, upaya perlindungan dan dukungan terus digalakkan. Salah satunya dengan memanfaatkan dunia platform berbasis aplikasi milik Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Aplikasi itu diberi nama Bisma (Bekraf Information System in Mobile Application), sebuah platform unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri ke database resmi Bekraf.

Senin (12/11) hari ini, aplikasi Bisma diluncurkan dan disosialisasikan di ballroom Hotel JW Marriott, Jalan Embong Malang, Surabaya.

• Baca: Pemkab Bangkalan Permudah Perizinan IKM via Online

Sekitar 400 pelaku usaha ekonomi dan mahasiswa hadir dalam kegiatan yang dibuka Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dan Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Wawan Rusiawan.

Wawan menuturkan, aplikasi Bisma ini setidaknya membangun komunikasi dua arah antara pelaku ekonomi kreatif.

Bisma, katanya, memudahkan pemerintah dalam menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha serta menerima saran seputar ekonomi kreatif.

• Baca: Kala Rajutan Karya Crafter Surabaya Banjiri Pasar Amerika

“Dengan begitu pemetaan ekonomi bisa akurat, sehingga menentukan kebijakan ekonomi serta penyusunan yang dalam ekonomi kreatif,” terangnya.

Agenda sosialisasi yang digelar ini, kata Wawan, juga sebagai rangkaian event menuju Bekraf Festival 2018 di Surabaya pada 14 hingga 16 November.

Lima Subsektor

PRODUK EKONOMI KREATIF: Whisnu Sakti Buana (kiri) melihat produk yang dihasilkan pelaku ekonomi kreatif di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
PRODUK EKONOMI KREATIF: Whisnu Sakti Buana (kiri) melihat produk yang dihasilkan pelaku ekonomi kreatif di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

Sementara menurut Whisnu, saat ini pelaku ekonomi kreatif di Surabaya berkembang pesat. “Tentu saja peran Pemkot memberikan perlindungan dan kemudahan usaha di Surabaya,” katanya.

Merujuk data BPS, di Surabaya terdapat 141.438 pelaku ekonomi kreatif dengan lima subsektor terbesar. Yakni kuliner (108.334 usaha kreatif), fashion (19.896), kriya (8.110),  penerbitan (3.234) serta fotografi (570).

• Baca: Rambah Bisnis, Kaum Muda Masih Terjangkiti Rasa Tak Pede

“Dengan adanya aplikasi (Bisma) ini setidaknya membantu Pemkot Surabaya, meski untuk pendataan sudah dilakukan. Tinggal ke depannya bagaimana Bekraf bisa lebih mengoneksikan jejaring ini ke dunia pasar lebih besa,” terangnya.

» Baca Berita Terkait Ekonomi Kreatif, Pemkot Surabaya